One More Time

Bab 36 Apakah Kita Dulu Pernah Mengenal

Bab 36 Apakah Kita Dulu Pernah Mengenal

"Sayang, maafkan, mami membuatmu khawatir."

Samantha menggenggam tangan Sean, matanya dilumuri rasa bersalah.

Ketika Nelson mendengar Samantha memanggil Sean ??sayang??, timbul sepercik haru di hatinya, seperti ingin memastikan sesuatu, namun sebaiknya ia tidak mengatakannya di situasi seperti ini.

Sean yang merangkak ke pelukan Samantha itu gemetar, akhirnya anak itu sedikit berlaku layaknya anak berumur empat tahun. Dokter dan perawat di sampingnya tidak berani mengganggu, mereka hanya menatap Nelson tak berdaya.

Nelson berdeham, "Hei bocah, mamimu baru sadarkan diri, bagaimana kalau kita minta dokter memeriksanya dulu?"

Sean mengernyit, tapi akhirnya ia turun dari ranjang dan tanpa sadar Nelson menggandeng tangannya.

Ia ingin melepaskannya, tapi tenaganya tidak cukup kuat, ia pun mengangkat kepala dan melotot marah pada Nelson, tapi Nelson berpura-pura tidak melihatnya, matanya terus terpaku pada dokter dan Samantha.

Samantha yang mendengar kata-kata Nelson tadi, khususnya kata ??mamimu?? tadi, matanya sedikit bersinar.

Tampaknya hubungannya dengan Sean sudah terbongkar.

Meskipun tidak pernah berniat menyembunyikan identitas Sean, tapi bagi Samantha hal ini cukup mendadak.

Dalam rencananya, sebisa mungkin tidak memberitahu keberadaan Sean, lagipula ini urusan orang dewasa, ia tidak ingin melibatkan anak-anak, tapi apa daya Sean memaksa ikut.

Sekarang Nelson sudah tahu bahwa ia punya anak, rasa penasaran terhadap dirinya pasti semakin bertambah, saat ini yang menjadi pertimbangan utama Samantha adalah kemungkinan ia akan menyelidiki identitas Sean.

Bagaimana kalau ia tahu identitas Sean dan ingin merebut hak asuhnya? Samantha sedikit cemas.

Ia tahu Nelson tampaknya tidak akan merebut hak asuhnya, tapi begitu melihat Sean, pikiran Samantha seketika berkecamuk.

Setelah dokter memeriksa Samantha secara keseluruhan dan memastikan semuanya dalam kondisi stabil, ia pun pergi.

Kebetulan Linny kembali, wajahnya memburuk ketika melihat ada Nelson di sana. "Kenapa kau datang? Apakah Tuan Nelson begitu senggang?"

Nelson tak menghiraukan sikap sinis Linny.

Ia hanya memberikan tangan Sean kepada Linny dan berkata dengan dingin, "Sebaiknya anak kecil tidak berlama-lama di rumah sakit, di sini banyak virus dan bakteri, jangan sampai ia terjangkit. Dan lagi, anak ini seharusnya pergi ke sekolah, bukankah kau guru? Bawa saja dia ke TK. Di sini ada aku."

Sean dan Linny serentak mendelik pada Nelson, tapi Nelson seperti tak melihatnya, ia berjalan maju ke depan Samantha, lalu mengeluarkan sarapan yang dibawanya.

"Aku meminta mbok Zhang untuk memasak sup ayam obat dengan goji berry, bagus untuk penambah darah, minumlah sedikit."