Special Forces Di Metropolitan

Bab 11 Bunuh Diam-diam!

Bab 11 Bunuh Diam-diam!

Karena Chen Cheng sudah terbiasa, sikap dingin Chen Xue dengan dirinya. Justru karena seperti ini, baru membuat Chen Cheng terus mengejar Chen Xue. Harus tahu bagi pria, yang paling baik adalah yang tidak pernah didapatkan selamanya.

Chen Cheng tertawa dan berkata, "Chen Xue, kamu datang untuk makan? Kalau begitu ayo kita makan bersama!"

Chen Xue dengan wajah dingin berkata, "Tidak perlu!"

Chen Cheng terus bicara, "Begini saja! Kalau ada waktu, bagaimana kalau kita keluar bersama?"

"Maaf, aku tidak ada waktu!"

Selesai mengatakan ini, Chen Xue langsung menarik Dai Xiaoling pergi.

Melihat Chen Xue tidak memedulikan Chen Cheng, hati Yang Luo seketika sangat senang. Sepertinya Chen Cheng adalah kodok yang ingin memakan daging angsa, sama sekali tidak bahaya untuk dirinya.

Memikirkan sampai sini, Yang Luo juga tidak menempatkan Chen Cheng di matanya dan berjalan pergi dengan langkah kaki lebar. Melihat punggung Chen Xue yang berjalan pergi, wajah Chen Cheng berubah menjadi tidak senang.

Dengan cepat, Yang Luo dan yang lainnya masuk ke dalam ruangan yang megah.

Yang Luo tersenyum dan berkata, "Kak Xue, sepertinya Chen Cheng sangat menyukaimu, kenapa kelihatannya kamu tidak menyukainya?"

Tidak menunggu Chen Xue membuka mulut, Dai Xiaoling berkata, "Yang Luo, Chen Cheng ini adalah playboy yang sudah terkenal di kota Nanjiang, beberapa tahun ini wanita yang disiksanya sangat banyak, jadi kakak sepupu pasti tidak akan menyukainya."

"Ha ha!" Yang Luo tertawa dan berkata, "Kelihatannya Kak Xue tidak suka playboy, jadi bagaimana kalau suatu hari aku jadi playboy?"

Chen Xue berkata dengan menghina, "Cih! Kamu playboy atau tidak ada hubungan apa denganku? Kamu itu adikku, jangan asal bicara." Tetapi setelah Chen Xue bicara dalam hatinya sedikit sedih, seperti suatu barangnya diambil orang.

Eh?

Walaupun semua yang dikatakan Chen Xue adalah kebenaran, tetapi kedengarannya lumayan melukai orang. Yang Luo tertawa jahat dan berkata, "Jangan terburu-buru, cepat atau lambat akan ada suatu hari kita bukan kakak adik lagi."

"Kamu asal bicara!" Chen Xue berkata dengan wajah memerah, seorang wanita dengan temperamen seperti itu terlihat sangat imut dengan wajah merah.

"Yang Luo, Kakak Sepupu, jangan berdebat lagi, kita pesan makanan ya!" Dai Xiaoling berkata dengan buru-buru.

Mendengar perkataan mereka berdua, wajah kecil Dai Xiaoling tidak dapat menahan menjadi sedikit merah, dalam hatinya muncul perasaan yang rumit.