Special Forces Di Metropolitan

Bab 12 Pria Tua Di Klub Malam

Bab 12 Pria Tua Di Klub Malam

Setelah makan dan minum dengan cukup, Yang Luo berbaring di atas kursi dengan santai, dia mengeluarkan sebatang tusuk gigi dan dengan bebas membersihkan giginya, setidaknya ini sedikit merusak pemandangan. Sebagian besar jika seorang pria mempunyai dua perempuan cantik seperti ini, mungkin dia akan menjadi pusat perhatian, tapi Yang Luo seolah tak menghiraukannya.

"Xiao Luo, setelah aku melihat peta ini, Sekolah Seni Bela Diri itu terletak hampir di pinggiran Area Bei, jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalmu, lalu apa rencanamu?" meskipun Chen Xue sedikit cerewet dan suka menusuk dalam berbicara dengan Yang Luo, tetapi dia sebagai atasannya sangat peduli dengan semua masalah sepele yang ada pada Yang Luo.

"Iya benar, aku ada kenalan di sana, minggu ini aku akan pergi untuk melihat kamar sewaan, dan mungkin aku akan menyewa satu kamar di sana.", ucap Yang Luo seketika menjadi serius.

"Kalau begitu, kesempatan untuk kita bertemu akan semakin sedikit, kamu bahkan tidak tinggal di tempatku setelah datang ke Kota Jiang.", kata Chen Xue dengan manja. Tingkah lakunya seperti seorang gadis kecil saat ini, bahkan Dai Xiaoling yang sedang berdiri di samping juga terkejut melihatnya. Perlu diketahui, Chen Xue merupakan seorang sosok wanita yang kuat di dalam keluarga mereka, siapa pun juga tidak akan menyangka Chen Xue bisa berubah menjadi sangat imut di depan Yang Luo.

"Tidak akan, kapan saja Kak Xue bisa meneleponku jika merindukanku, dan mengenai kenapa aku tidak tinggal di tempatmu, itu karena aku merasa mungkin aku akan mengganggumu."

"Baiklah, kalau begitu malam ini kamu tinggal di tempatku, kebetulan kita semua ada di sana dan bisa mengobrol.", ucap Chen Xue spontan.

Melihat Chen Xue yang begitu niat mengundang dirinya, Yang Luo pun sungkan untuk menolaknya.

"Benar sekali, Yang Luo. Aku rasa kamu orang yang sangat menyenangkan, kita bisa bermain bersama.", Dai Xiaoling ikut menambahkan.

"Sangat menyenangkan?" Yang Luo sungguh tak bisa menahan senyum pahitnya, ternyata dirinya hanya untuk bersenang-senang saja.

Setelah beberapa orang itu berdiskusi, Chen Xue dan Dai Xiaoling segera kembali ke kantor dengan mengendarai mobilnya, sedangkan Yang Luo, dia yang telah keluar dari hotel juga tidak memiliki tujuan tertentu, dia pun bersiap untuk berjalan-jalan sekedar berkeliling saja. Lagi pula, dia akan mulai bekerja minggu depan, maka dari itu, dia pun memanfaatkan waktu ini sebisa mungkin.

Dan pada saat ini, sebuah nomor tak dikenal meneleponnya.

"Maaf, apa benar dengan Yang Luo?" suara di ujung telepon terdengar sangat lembut dan merdu.

Yang Luo merasakan bulu kuduknya merinding, sebuah senyuman muncul di wajahnya, "Benar sekali, aku adalah Yang Luo."

"Wah, ini aku Wang Xiaoxiao, apa kamu masih ingat denganku?" suara bahagia di ujung telepon itu tak tertahankan.

"Oh, sapi, tentu saja aku mengingatnya.", kata Yang Luo tanpa segan.

"Huh...... kamu......", Wang Xiaoxiao berpura-pura marah, tapi sesungguhnya, Yang Luo juga bisa mendengar bahwa dia tidak benar-benar marah.

"Xiao Xiao, ada apa kamu mencariku?" Yang Luo merasa, tidak mungkin bocah ini meneleponnya hanya untuk mengungkapkan isi hatinya padanya.

Wang Xiaoxiao juga baru memikirkan hal utamanya, dengan penuh semangat dia berkata, "Yang Luo, kamu sungguh hebat! Kamu yang baru menerima tawaran kerja, dengan beraninya memperlakukan Guru Huang seperti itu, selain itu kamu juga menyembuhkan kembali bagian tubuhnya yang terkilir, aku sungguh kagum padamu, teringat waktu aku masih sekolah, setiap hari aku harus sangat berhati-hati, takut akan ditangkap dan diperlakukan buruk.", bagi peserta magang seperti Wang Xiaoxiao, keinginan terbesar mereka adalah bisa menjadi karyawan tetap. Dan karena mereka baru saja memulai bekerja, mereka melakukan segala hal dengan sangat berhati-hati.