Special Forces Di Metropolitan

Bab 13 Siapa Yang Tak Tahu Malu!

Bab 13 Siapa Yang Tak Tahu Malu!

Vila Chen Xue terletak di sebuah kawasan elit tepi danau dan pegunungan Kota Jiang. Di sini semua merupakan vila kecil yang terpisah, ada yang tiga tingkat dan ada juga yang hanya satu tingkat, semua vila di sini bergaya taman di kelilingi oleh danau dan juga pegunungan, membuat nuansa di sekitar sini terasa asri.

Dan pada malam hari, terdengar suara air mengalir dari sungai kecil buatan serta cahaya lampu remang-remang yang menghiasi sekitaran, membuat tempat ini terlihat sangat indah. Hanya orang-orang kaya dan terhormat yang bisa tinggal di sini.

"Kamu sudah pulang, Xiao Luo? Aku pikir kamu tidak mau tinggal di tempat Kakak." Yang Luo yang baru saja masuk ke dalam rumah, sudah mendengar suara bahagia dari Chen Xue. Pada saat ini, Chen Xue tengah mengenakan piama sutra berenda, kulit putih nan mulusnya terpapar bebas, membuat orang-orang yang melihatnya terbius.

Selain itu, Dai Xiaoling tengah bertelanjang kaki memeluk sekotak keripik sambil menyantap dengan semangat di atas sofa, matanya tak berpaling dari serial drama yang ada di layar televisi— [Across The Ocean To See You].

"Kak Xue, aku kan sudah berjanji padamu, bagaimana mungkin aku tidak datang, terlebih lagi, kamu begitu baik padaku, bagaimana bisa aku lupa? Mengingat aku akan segera masuk kerja, aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk melihatmu.", perasaan Yang Luo terhadap Chen Xue juga sangat tulus, meskipun Chen Xue selalu ingin dirinya bekerja di Yi Ren Fashion Group, tapi Yang Luo selalu merasa tidak cukup bebas, maka dari itu, dia bekerja kembali di Sekolah Seni Bela Diri.

"Dasar kamu memang pintar mengoceh dengan Kakak, apa besok kamu ada waktu luang?" sambil berkata, Chen Xue mengaplikasikan selembar masker ke wajahnya. Bukan tidak ada alasan kenapa para wanita ini begitu cantik, tak peduli selarut apa, mereka pasti tidak akan melupakan soal kecantikannya.

"Ada, aku kan baru bekerja senin depan."

"Baguslah kalau begitu, Xiao Ling baru saja datang, kita bawa dia jalan-jalan ke mall, sekalian membelikanmu beberapa pakaian.", selesai berbicara, Chen Xue segera berbaring di samping Dai Xiaoling.

"Oke, kalau begitu sampai ketemu besok, kamarku di atas, kan?"

"Bagus, tidurlah. Kamar kamu paling ujung, aku sudah menyiapkannya untukmu.", ujar Chen Xue dengan lembut. Dia sendiri juga tidak mengerti akan perasaannya kepada adik laki-lakinya ini, tapi saat dia masuk ke dalam rumah ini, hatinya terasa sangat puas.

Malam ini berlalu dengan tenang, keesokan harinya, Yang Luo yang masih berada di alam mimpinya bertemu dengan Qin Bingbing, Wang Xiaoxiao sedang berperang dengan konflik dan nafsunya, keduanya memiliki payudara yang besar dan bahkan sedang berdebat siapa yang lebih besar dan siapa yang harus hidup, tiba-tiba pintu kamar terbuka.

"Dai Xiaoling, apa kamu tidak salah? Ini kamarku, kenapa kamu bisa masuk seenaknya saja?" melihat Dai Xiaoling dengan seenak hati membuka pintu dan berjalan masuk, Yang Luo pun tidak bisa menahan nada ketusnya.

Dai Xiaoling mendengus dengan pelan, "Apa hebatnya, lagi pula, kamu tidak ada yang bisa dipandang.", eh? Dari nada bicaranya, Yang Luo secara tidak langsung telah dikalahkan oleh Dai Xiaoling.