Special Forces Di Metropolitan

Bab 15 Dewa Kematian!

Bab 15 Dewa Kematian!

Dai Xiaoling mendengus dengan dingin, "Yang Luo, jika kamu memang Dewa Kematian, aku tak hanya akan segera menikahimu, bahkan aku akan rela melayanimu seumur hidupku."

Begitu mendengar perkataan ini, dengan senang hati Yang Luo berkata, "Benarkah? Ini kamu sendiri yang mengatakannya, jangan sampai menyesal!"

Melihat keduanya sedang berdebat dengan semangat, Chen Xue segera menyela, "Xiao Luo, kamu jangan godain Xiao Ling, nanti akan aku laporkan kalau kamu menculik dan memperjualbelikan gadis muda."

Eh? Yang Luo tercengang mendengar perkataan dari Chen Xue.

"Yang Luo, kamu jangan bikin malu, bagaimana mungkin sosok Dewa Kematian yang begitu gagah itu dirimu? Aku harap kamu jangan bermimpi!" ucap Dai Xiaoling sambil tertawa.

Pada saat ini Yang Luo tak bisa berkata apa-apa, tahun ini dia sudah mengatakan hal yang sebenarnya, tapi tidak ada yang mempercayainya.

"Aku sungguh Dewa Kematian!" teriak Yang Luo dengan ekspresi sedih. Mengenai kata-kata yang dilontarkan oleh Yang Luo, Chen Xue dan Dai Xiaoling sama sekali tak menghiraukannya.

Di mata Chen Xue dan Dai Xiaoling, Yang Luo tidak mungkin seorang Dewa Kematian itu. melihat kedua wanita ini tidak menghiraukannya, Yang Luo pun kembali murung.

"Sudahlah, kalian akan sangat terkejut setelah kalian mengetahui faktanya." Yang Luo menghelakan napas, dia berusaha menghibur dirinya sendiri. Sebenarnya, ini semua tidak seperti yang dikatakan Dai Xiaoling, waktu itu setelah Field berhasil merancang kalung air mata malaikat itu, Yao Ji langsung jatuh hati sejak pandangan pertama dan ingin mendapatkannya.

Yang Luo tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa pergi sendiri menemui Field, tapi akhirnya, Field sialan ini malah menjual kalung itu seharga satu miliar dolar amerika kepada seorang pangeran dari kerajaan salah satu negara di Timur Tengah. Tadinya Yang Luo berniat untuk membelinya kembali dengan uangnya, bagaimanapun juga satu miliar dolar amerika di mata Yang Luo bukan nominal yang besar, sayangnya, ada yang bermasalah dengan otak pangeran itu, dia sama sekali tidak mempedulikan keberadaan Yang Luo. Begitu emosi Yang Luo memuncak, dia segera menyerangnya dengan senapannya.

Saat Yang Luo menodongkan senapan itu ke kepala pangeran, pangeran itu sangat ketakutan hingga mengompol di dalam celananya, lalu dengan patuh memberikan kalung air mata malaikat itu kepadanya, setelah Yang Luo mendapatkan kalung itu, dia segera memberikannya kepada Yao Ji.

Tentu saja pangeran tidak tinggal diam setelah mengalami kerugian yang begitu besar, dia segera mengutus pasukannya untuk mengepung Pasukan Prajurit Bayaran Dewa Kematian milik Yang Luo. Pada akhirnya, pasukan yang dikirim oleh pangeran tersebut dilenyapkan oleh pasukan dari Yang Luo.