Special Forces Di Metropolitan

Bab 21 Wanita Pembunuh!

Bab 21 Wanita Pembunuh!

Setelah makan, Yang Luo dan yang lainnya berjalan keluar dari hotel. Yang Luo melihat arlojinya dan waktu sudah menunjukan pukul 2 siang, yang membuatnya sangat malas untuk pergi berbelanja.

Memikirkan ini, Yang Luo berkata, "Xiao Ling, Kak Xue, matahari sudah terlalu besar sekarang, kita sebaiknya tidak perlu pergi berbelanja dan langsung pulang saja?"

Chen Xue memandang Dai Xiaoling dan bertanya, "Xiaoling, menurutmu ke mana kita akan pergi?"

Dai Xiaoling berpikir sejenak lalu berkata, "Kita baru saja makan, bagaimana kalau kita pergi ke gor untuk bermain tenis?"

"Bermain bola apa? Lebih baik kita kembali ke rumah lalu tidur.", ujar Yangluo sembari memutar kedua bola matanya.

Chen Xue mencibirnya, "Xiao Luo, yang kamu tahu hanya tidur, suatu hari cepat atau lambat kamu akan menjadi seekor babi.", kemudian dia menarik tangan Dai Xiaoling dan berkata, "Xiaoling, abaikan dia, ayo kita pergi ke gor untuk bermain bola."

Melihat Chen Xue dan Dai Xiaoling akan pergi ke gor untuk bermain bola, Yang Luo pun tidak punya pilihan selain mengikuti mereka.

Sesampainya di gor, Chen Xue dan Dai Xiaoling berganti pakaian olahraga tenis.

Melihat Chen Xue dan Dai Xiaoling mengenakan pakaian olahraga, mereka berdua tampak sangat muda dan energik, dan membuat Yang Luo yang sedang berbaring di kursi tidak bisa menahan untuk memuji mereka, dan sejujurnya saat bersama wanita cantik hatinya selalu sangat gembira.

Chen Xue dan Dai Xiaoling mulai bermain, dan Yang Luo tanpa sadar tertidur di kursi. Setelah beberapa saat, Chen Xue sedikit lelah. Dan pada saat ini juga, Chen Xue menyadari bahwa saat Yang Luo tertidur dia seperti babi mati.

Chen Xue berkata kepada Dai Xiaoling, "Xiaoling, kamu saja yang membangunkan Yang Luo."

Dai Xiaoling tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Kak, jangan khawatir, aku yang akan membangunkan Yang Luo.", setelah mengatakan ini, aku melihat Dai Xiaoling berhati-hati mendekat dihadapanku.

Pada saat ini, Yang Luo sam sekali tidak tahu bahwa Dai Xiaoling datang menghampirinya, dia mendengkur keras dengan mata terpejam.