Special Forces Di Metropolitan

Bab 44 Kenapa Tidak Lanjut Memukul Lagi?

Bab 44 Kenapa Tidak Lanjut Memukul Lagi?

Setelah memasukkan Wen Bing, empat orang yang saling berkaitan itu ke dalam ruang tahanan untuk sementara, Qin Bingbing memberikan Yang Luo riwayat catatan, lalu melepasnya sendiri kembali ke rumah. Mengenai dirinya sendiri, masih ada hal yang harus diselesaikan.

Untuk pertama kalinya Yang Luo merasa perempuan ini lumayan serius, meskipun memang sedikit galak, namun ketika ada masalah masih sangat bertanggung jawab.

Selagi ia berpikir kejadian ini, ia melangkah keluar dari gerbang kantor kepolisian, ketika ia akan memberhentikan taksi, bayangan seseorang muncul, "Tuan Yang!"

Yang Luo melihat dengan jeli, penasaran lalu bertanya, "Kapten Li kenapa masih belum pulang, sebaliknya malah begitu senang datang mencariku?"

Raut wajah Li Jian masih sedikit tegang, mungkin saja masih marah karena Wen Bing tadi, terpaksa tersenyum, "Tuan Yang, jikalau kamu ada waktu, bolehkan aku berbicara sebentar?"

Terhadap orang ini, Yang Luo tidak merasakan kesan baik maupun buruk, namun untuk selanjutnya ingin tinggal di komplek Tiangong Dian, ditambah juga ingin meminta bantuan dan meminjam tenaga dari petugas keamanan agar menghentikan Ma Qiang merebut Lin Yue, oleh karena itu ia menganggukkan kepalanya, "Sambil jalan sambal bicara?"

Kedua orang itu berjalan sepanjang jalan besar itu, Li Jian sedikit sulit untuk membuka mulutnya, beberapa kali kata-katanya terhenti, akhirnya juga dikeluarkan, "Tuan Yang, kamu sangat dekat dengan Petugas Qin yah."

Yang Luo dengan sayu menatapnya, "Salah, aku dengan dia hanyalah untuk menyewa sebuah rumah bersama, hanya hubungan teman sekamar. Jikalau kamu ingin aku membantumu, maka sudah pasti tidak akan terjadi apa-apa, aku tidak mengatakan apapun dia hanya mengeluarkan sepertiga tenaganya, begitu aku buka suara dia pasti akan membereskannya dengan rapi dan seksama, percayalah padaku!"

Li Jian tertawa datar 2 kali, dalam hatinya sama sekali tidak percaya, malahan berkata, "Wen Bing adalah adik iparku, aku sangat jelas dan mengerti bagaimana wataknya, yaitu serakah akan uang, terus-terusan melakukan kesalahan kecil sepele itu, namun dia tidak akan melakukan kesalahan yang fatal, untuk yang kali ini jikalau ia tahu Ma Qiang, orang itu datang untuk membereskan seseorang, dia pasti tidak akan membantunya!"

Yang Luo mengerutkan bibirnya, tidak berbicara sepatah katapun.

Li Jian melihat dia tidak ada respon, mengalihkan pembicaraan, "Tuan Yang bisa membuat kaki tangan Ma Qiang mundur, pastinya bukan orang sembarang, tidak tahu apakah bisa menceritakannya kepadaku?"

Yang Luo dengan gampangnya berkata, "Tidak bisa."

Li Jian meraba kepalanya sendiri, sesaat tidak tahu apa yang harus dibicarakan.

Yang Luo terus melihat dan memperhatikan dia dari sudut matanya, orang ini terlihat jelas tidak bisa berkata lugas, terutama dalam keadaan seperti ini, lebih tidak tahu bagaimana untuk memulai pembicaraan. Emosi dan wataknya tegas dan tenang, tipe-tipe orang jujur dan serius.

Setelah beberapa saat, Li Jian akhirnya mengatakan satu kata, "Tuan Yang, kamu lihat bisa tidak......"

"Tidak bisa!" Yang Luo mengatakan tiap kata dengan mudah, tidak menunggu lagi lawan bicara selesai, langsung memotong dan menolaknya.

Li Jian menghentikan langkahnya, wajahnya tersirat kekecewaan.

Yang Luo berjalan beberapa langkah barusan berhenti dan membalikkan badannya, berhadapan dengan Li Jian, lalu tertawa, "Namun kamu juga tidak perlu khawatir, adik iparmu itu paling juga ditahan sekitar 10 hari sampai setengah bulan, dia tidak terlibat secara langsung mencelakai orang, hanya karena kasus kriminal dan pelanggaran lalu ditahan, tidak akan masuk ke penjara."

Wajah Li Jian tersirat kecurigaan, "Bagaimana Tuan Yang bisa tahu?"

Yang Luo mengangkat baju, "Kamu boleh percaya, juga boleh tidak percaya, yang terpenting kamu juga tidak ada pilihan lain, cobalah pikirkan masalah ini dari segi positif, kalau tidak kamu sendiri yang akan menderita dan susah, itu namanya menyusahkan diri sendiri." Ketika ia membalikkan badannya, ia melambaikan tangan pada taksi yang tidak jauh, sambil lambai sambil berkata, "Sekalian, jikalau kamu menggantikan adik iparmu itu berpikir, paling bagus janganlah berpikir untuk membantunya, manfaatkan kesempatan ini untuk memberinya pelajaran, agar selanjutnya ia tidak akan terjerumus semakin dalam!"