Special Forces Di Metropolitan

Bab 47 Kelak Tidak Boleh Menjumpainya Diam-diam

Bab 47 Kelak Tidak Boleh Menjumpainya Diam-diam

Wajah Lin Yue bersemu merah tersipu berteriak, "bajingan! Tidak boleh!" Dia akhirnya mengerti Yang Luo, melihat tingkahnya yang seperti itu, dia sangat yakin bahwa ia tidak akan melepasnya begitu saja setelah memeluknya, pasti akan maju beberapa langkah, bisa saja dia memaksa untuk berciuman, jikalau tidak membereskannya bisa saja dia mulai angkat kaki dan tangannya!

Memang benar tidak boleh memberikan ia sedikit kesempatan sekalipun!

Yang Luo tidak berdaya, hanya bisa menuruti keinginannya melepaskan lengan darinya, dia juga tidak kesal, hanya tersenyum berkata, "Tidak peluk, tidak peluk, Lin Yue, bolehkah aku bertanya suatu hal?"

Lin Yue merapikan bajunya yang berantakan akibat berontak tadi, dengan tidak senang berkata, "Kalau aku berkata tidak boleh, apakah kamu tidak akan menanyakannya?"

Yang Luo tersenyum kecil, bertanya, "Kenapa sekarang kamu membuka kartu dan mengungkapkannya?"

"Buka kartu apaan?" Lin Yue terheran.

"Itu berinisiatif menerimaku yang begitu tampan dan menjadi pusat perhatian ini menjadi pacar!" Yang Luo dengan sengaja menegaskan "Pacar" dalam kalimatnya, "Kalau tidak salah aku ingat sebelumnya kamu bilang harus mendapatkan izin dari ayah ibumu terlebih dahulu."

Lin Yue tersenyum, tidak berkata apapun.

Penasaran Yang Luo menjadi bertambah, "Ada rahasia?"

Lin Yue menggelengkan kepalanya, perlahan mendekatinya, mengulurkan tangannya lalu perlahan mengelus wajahnya, dengan lembut berkata, "Karena aku tidak bisa melihat dirimu yang selalu terlihat sedih dan murung itu, mengerti? Dasar bodoh!"

Yang Luo termenung, akhirnya mengerti.

Masalah hatinya sudah terlihat oleh Lin Yue.

Dari semalam, Yang Luo terus menerus cemas dan khawatir Lin Yue tidak bisa menerima keadaan dan gaya hidup Yang Luo yang setiap saat bisa terseret dalam bahaya, untuk poin ini dia bisa melihatnya dari responnya dalam dua hari ini. Oleh karena itu, suasana hati Yang Luo juga tidak begitu gembira dan sedih, kebebasan dan karakternya selama ini menjadi menurun dan hilang.

Lin Yue sungguh melihat jelas hal ini, barusan bisa mendadak menyatakan "dia adalah pacarku" kalimat ini di hadapan Zhao Shenming. Memang, untuk sekarang tidak ada kata-kata lain selain kata ini yang bisa membangkitkan semangat dan suasana hati Yang Luo kembali, dan hasilnya memang seperti yang ia perkirakan, semangat si bodoh ini lekas kembali.

Yang Luo sangat tersentuh, dengan sendiri bergerak memeluk Lin Yue.

Kali ini, Lin Yue tidak menolak lagi.

"Yue, terima kasih.", kata Yang Luo perlahan.

Lin Yue dengan pelan berkata, "Ya."