Bab 48 Merebut Area

Raut wajah Yang Luo langsung berubah.

Awalnya ia masih bersikap hormat terharap Zhao Shenming ini, alasan utamanya melihat kemampuan dan skill Zhao Shenming yang tidak begitu buruk. Namun lawannya terus mendesaknya, kelihatannya kalau tidak mengeluarkan jurus dan kemampuannya yang asli untuk memberinya pelajaran, pelajaran dan latihan hari ini nampaknya sudah tidak bisa diteruskan.

Zhao Shenming dengan dingin berkata, "Kalahkan aku, maka aku akan mengalah membiarkan tempat ini menjadi milik kalian!" Sambil berkata ia melepaskan jaektnya, menunjukkan dirinya yang kekar dan kuat hanya memakai singlet, ototnya terlihat satu per satu, tidak tahu seberapa banyak daya ledak dan kekuatan yang terkandung di dalamnya.

Murid kelas atas semuanya berteriak,

"Guru Zhao semangat!"

"Kalahkan guru itu!"

"Guru Zhao jangan permalukan tingkat atas kelas 1 kita!"

......

Suara teriak yang berantakan, tidak disangka tiba-tiba suara hentakan yang keras membuat suasana menjadi kosong dan hening, "Tutup mulut kalian!"

Tidak hanya murid tingkat atas, bahkan murid tingkat menengah juga terdiam.

Yang Luo yang berteriak, pandangan yang dingin menyapu murid-murid tingkat atas, lalu terakhir kembali ke Zhao Shenming, dalam hati ia merasakan sedikit gemetar, merasakan ada kekuatan yang begitu besar yang belum pernah ia jumpai sebelumnya.

Saat pertama kali Zhao Shenming merasakan hal demikian, atau mungkin tindakan provokasi yang ia lakukan kali ini sudah kelewatan kasar.

Yang Luo menghentak, "Mau pukul ya pukul saja! Ayo sini!" Tidak berbasa-basi lagi, melangkah beberapa langkah ke depan, lalu melayangkan tinju ke depan.

Zhao Shenming tidak menyangka dia berkata pukul maka langsung pukul, namun sedari awal dia sudah melakukan persiapan, tidak panik, melihat lawannya menggunakan teknik Yongchun, dengan sengaja tiba-tiba melemparkan batu bata bermaksud untuk mempermalukan lawannya di depan umum, segera maju secara diagonal dengan langkah kecil namun berkecepatan tinggi, mengeluarkan jurus yang sama yaitu teknik Yongchun.

Siapa sangka barusan saja berjalan mendekati, teknik dan gerakan Yang Luo berubah, sangat cepat, dari teknik kepalan kecil berubah menjadi teknik memukul yang brutal secara bertubi-tubi datang menghujam ke arahnya.

Ia menguasai teknik dan skill memukul dengan kepalan kecil, namun kalah di tenaganya, Zhao Shenming terperanjat, meskipun teknik dan skillnya yang tinggi mampu menahan dan memblokir serangan dari lawan, namun dia juga terdesak hingga mundur beberapa langkah, didesak hingga di dalam area blok kayu tersebut.

Kedua murid-murid tingkat atas itu sibuk untuk mundur dan menjauh, meluangkan tempat bagi mereka berdua untuk bertarung.

Yang Luo tidak memberi ampun dan mengalah sedikitpun, langsung mengejarnya hingga masuk ke dalam area, gerakannya berubah lagi, dari gerakan brutal dengan cara terbuka kini berubah kembali ke berbagai bentuk dan gaya pukulan kecil yang bebas dan fleksibel, di antara balok kayu maju dan mundur, kiri lalu menghindar ke kanan, seperti seekor ikan yang dengan santai dan cepat berenang di dalam air.

Balok kayu di sini semuanya merupakan bentuk orang-orangan, diameter sebatang balok bisa mencapai sekitar 150 cm, tingginya 250 cm tertancap dengan dalam di bawah tanah, bagian atas balok kayu digantung dan ditancap lagi tongkat kayu yang tidak sama panjangnya, membuat ruang di antaranya menjadi kecil dan sempit, sebagian orang pada umumnya mudah tertabrak saat berjalan di area ini, terlebih lagi mengeluarkan pukulan ataupun tendangan. Zhao Shenming awalnya mengira dengan kondisi seperti ini dapat mempengaruhi gerakan dari lawan, paling tidak juga mengurangi kecepatan pukulannya, siapa sangka bukan hanya tidak mempengaruhi lawan, sebaliknya ia sendiri yang terpengaruh. Tidak sampai 5 menit, ia sudah didesak Yang Luo hingga mengelilingi lingkaran besar area blok kayu, dan akhirnya melewati area blok kayu, hingga ke tepian area kosong.

Murid-murid yang disamping menonton aksi ini hingga terpelongo.

Gerakan Yang Luo memang sungguh leluasa dan santai, setiap pukulannya penuh dengan tenaga dan kuat, namun meskipun Zhao Shenming berada di posisi yang tidak menguntungkannya, ia juga mampu menghindarinya dengan cepat dan sigap, gerakannya begitu lancar dan pasti, memang tidak salah ia merupakan salah satu master dan ahli di Sekolah Qihang ini.