Bab 49 Menyangkal

Yang Luo melihat sekilas ekspresi dan respon seluruh orang lalu memasukkannya ke dalam hati, dengan tenang berkata, "Hari ini kita belajar gerakan pertama dari tiga gerakan : blokir dan tahan lengan kiri kalian!"

Semua barusan menyadari kenapa harus datang ke area blok kayu, karena orang kayu ini mampu meniru serangan tinju lurus.

Da Pingtou menunjuk tangannya lalu teriak, "Guru Yang! Berapa lama latihan ini?"

"Berlatih hingga kamu tidak bisa mengangkat tangan kalian!" Yang Luo sama sekali tidak berpikir lagi, menjawab secepat kilat.

Semuanya menghirup dan mengembus udara dengan dingin lalu terdiam.

Yang Luo tidak peduli apa yang mereka pikirkan, lekas membubarkan mereka, satu blok kayu satu orang, satu per satu menunjukkan gerakan yang dijelaskan tadi. Sejak masuk ke sekolah Qihang, merupakan kali pertamanya mengajari dengan sepenuh hati, semua karena dia ingin melaksanakan rencana yang sudah dipersiapkannya dengan baik itu.

Besok sorenya, ketika rencananya mulai dilaksanakan, hasilnya nanti berguna atau tidak, atau seharusnya mengatakan dalam kelas ini bisa atau tidaknya mendapatkan hasil, pasti akan ada hasilnya.

Mengenai maksud hati dari murid-muridnya ini, Yang Luo sangat jelas mengetahuinya.

Sekarang semuanya begitu mengaguminya, alasan utamanya adalah karena sangat puas melihat Yang Luo bertempur, untuk sementara sedikit termotivasi. Namun hal ini sulit untuk bertahan lama, oleh karena itu ia harus mengatur ulang, agar murid-murid memiliki satu motivasi yang berkelanjutan.

Cara ini juga bukanlah ia ciptakan sendiri, namun dipelajari saat ia masih di pasukan tentaranya. Karier militer bertahun-tahun itu, mengajarinya segala hal yang ia miliki sekarang. Oleh karena itu meskipun ia dikeluarkan, meskipun ia sangat membenci penerus ahli waris, mengenai pasukan tentara, mengenai negara, dia hanya merasakan sakit hati, namun tidak merasa dendam sedikitpun.

Waktu berlalu begitu cepat, kini sudah tiba waktunya pelajaran selesai, ponsel Yang Luo tiba-tiba berdering.

Dia melihat tampilan ponselnya, mengerutkan alisnya.

Lagi-lagi perempuan iblis itu, Qin Bingbing yang mencelakainya terjebak dalam perjanjian 3 syarat dengan Lin Yue tadi siang!

"Ada urusan cepat katakan, aku sedang mengajar!" Mengangkat telponnya, dengan tidak segan berkata seperti itu.

"Macam siapa yang begitu ingin menelpon dirimu! Sudahlah, malas berbicara omong kosong denganmu, jam berapa pelajaran mu selesai?" Qin Bingbing lebih tidak segan dibanding dengannya.

"Untuk apa kamu tanya ini? Aku sudah dewasa, tidak perlu orang mengantar jemput!" Yang Luo begitu sensitif menanyakannya.

"He Fu sudah mengakuinya."

"Apa? Dia begitu patuh?"

"Dia pastinya sampai mati pun tidak akan mengakuinya, namun pencuri itu memberikan bukti, dia ingin mengelak pun tidak bisa."

"Bukti apa sedemikian hebatnya?" Rasa penasaran Yang Luo mulai muncul.