Special Forces Di Metropolitan

Bab 50 Pikiran yang Hancur Karena Uang

Bab 50 Pikiran yang Hancur Karena Uang

Ketika taksi berhenti, mereka berdua naik dan pergi meninggalkan tempat itu.

Tepat setelah mereka naik bus, dua orang berjalan keluar dari gerbang sekolah dan memandang taksi itu dengan mata ganas, mereka adalah Zhang Yeteng dan He Jie. Setelah itu berkata, "Teng Zi, bisakah ini membunuh orang itu?"

Zhang Yeteng tersenyum ganas, "Kalau tidak bisa membunuhnya, lebih baik mengulitinya sampai mati saja! Kalau bukan aku yang akan melakukannya siapa lagi? Itu bukan karena marga keluarga He memiliki hubungan dengan para gangster, tapi yang jelas kalu aku menghadapi sampah semacam ini, aku tidak bisa diam saja!"

He Jie berkata dengan sedikit khawatir, "Aku tidak tahu Guru He... Apakah He Fu benar-benar ada hubungannya."

Zhang Yeteng mendengus, "Jangan khawatir, apa kamu lupa nama keluarga yang mengundang kita untuk makan malam? Bukankah dia bertemu dengan seorang yang dia kenal hari itu? Apakah kamu tahu siapa dia?"

He Jie tertegun, "Apa kamu menenalnya?"

Zhang Yeteng berkata, "Aku tidak tahu, tapi orang itu terlalu jelek, jadi aku tidak sengaja mengingatnya. Belakangan ini, aku tidak sengaja melihat foto dia dari foto temanku sebelum aku tahu siapa dia."

He Jie penasaran dan bertanya, "Siapa?"

Zhang Yeteng membisikkan sebuah nama, dan He Jie terkejut, "Hah, itu dia? He Fu benar-benar mengenalnya? Tidak disangka, orang ini memiliki pergaulan yang sangat luas."

Zhang Yeteng tersenyum, "Kamu harus mengerti mengapa aku membantunya sekarang. Aku sudah menyetujui permintaan ayahku, sayangnya, kali ini dia berjanji untuk pergi makan malam dengan gadis itu besok malam, aku khawatir aku tidak bisa pergi. Aku tidak mengerti, bagaimana bisa seorang wanita terlihat begitu jelek di dunia ini!"

He Jie tertawa terbahak-bahak, "Jelek sih jelek, tapi bagaimanapun dia seorang wanita, Tengzi, mengapa kamu hanya melihatnya sebelah mata saja? "He Jie merendahkan suaranya dan berkata lagi," Setidaknya keluarganya pasti bisa membantu ayahmu meningkatkan beberapa level bisnisnys."

Zhang Yeteng menendangnya, dan dia marah ketika melihatnya menyembunyikan, "Kamu ini gila ya! Aku akan menikahi orang jelek semacam itu. Asal kamu tahu ya, setiap malam aku tidak bisa tidur nyenyak memikirkan ini! Hum, ayahku juga, demi pekerjaannya dia merenggut kebahagiaanku seumur hidup!"

He Jie tersenyum dan berkata, "Hei kamu Zhang Yeteng yang tampan, setidaknya kamu memiliki istri yang setara dengan Guru Lin!"

Zhang Yeteng berkata dengan sedikit kasihan, "Tidak heran kalau He Fu ingin meminta obat pada Guru Lin. Guru Lin benar-benar bisa jatuh cinta pada orang itu, tapi aku agak malas mengurusinya. Lupakan saja, masalah ini Ayo, kita bernyanyi ke KTV malam ini dan telepon teman-temanmu, kita ajak mereka!"

He Jie mengangguk sadar, tetapi bergumam, "Memanggil pria atau wanita?"

"Masih berani menyebutkan wanita di depanku... Wanita yang terakhir kali hampir kamu ajak itu jelek banget, mukanya kaya nenek-nenek!" Zhang Yeteng menendangnya, tetapi He Jie berpikir, "Hentikan saja aku, haha!"

Keduanya tertawa dan berjalan pergi dengan tawa yang tak terkendali, mengabaikan mata para pejalan kaki di jalan.