Bab 62 Guru iblis

------------

Setelah berdiri seperti militer, mereka di beri istirahat selama lima menit. Mereka semua langsung duduk dan tidak mau bangun, semuanya merasa kelelahan dan kesal.

Fang Yuan menarik celana panjangnya dan melihat memar di kaki kirinya, dia menarik napas. Dia tidak menyangka tendangan barusan membuat kakinya memar.

"Kakimu juga memar?" Da Pingtou menyeringai dan berkata, "Lihat aku!" Dia mengulurkan kakinya dan kedua kakinya memar.

Fang Yuan lega. Satu kaki lebih baik dari pada dua!

Yang Luo berjalan di sekitar murid-murid. Selain beberapa orang yang belum di tendang, sisanya terlihat marah. Jelas, metode pelatihan ini di melebihi persiapan mental mereka.

Ini baru permulaan. KataYang Luo dalam hati, masih jauh dari hasil yang diharapkannya!

"Sudah waktunya! Berdiri!" Teriak Yang Luo sambil menendang mereka dengan pelan. Hari ini dia sengaja memakai sepatu boots kulit yang di bawanya dari tentara. Ujung sepatu bot itu keras dan besar, akan sangat sakit jika di gunakanuntuk menendang.

"Chen Xia! Keluar dari barisan!" Yang Luo tidak menunggu semua orang berdiri tegak dan mulai memberikan perintah kedua, "Kau yang memimpin. Lari 20 putaran! "

Beberapa siswa memaki dengan suara pelan.

Yang Luo kembali berteriak, "Wan ping! Keluar dari barisan!"

Siswa yang memaki itu tidak menyangka pendengaran guru Yang sangat tajam sehingga dia bisa mendengar suaranya, jadi mau tidak mau siswa itu keluar dari barisan.

"Push up lima ratus kali! Cepat mulai!" Yang Luo tidak memperlihatkan belas kasi, dia memberi isyarat pada Chen Xia untuk mulai berlari. Dia segera membawa siswa lainnya untuk berlari di track.

Wan Ping adalah laki-laki berbadan gemuk dengan wajah bulat. Tingginya 1,7 meter. Saat mendengar Yang Luo mengatakan 500 push up, dia terkejut dan buru-buru berkata: "Pak! Aku..."

Bang!

Yang Luo berjalan ke arahnya dan menendang laki-laki gemuk itu sampai dia tersungkur ke tanah, dia menringis kesakitan.

"Aku bilang cepat mulai, apa kau tidak dengar?" Kata Yang Luo dingin.

Wan Ping marah karena di tendang oleh Yang Luo. Dia segera bangkit dan berteriak, "Aku tidak akan melakukannya!"