Special Forces Di Metropolitan

Bab 68 Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu

Bab 68 Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu

------------

Mereka berdua terlihat serius, Yang Luo berkata: "Ipsir Qin, bisakah kau membantuku?"

Qin Bingbing mendengus, "Tunggu disini, aku akan mengalihkan perhatian Lin Yue di dapur, saat itu carilah kesempatan untuk keluar." Sambil bicara dia turun dari tempat tidur dan berganti piyama lalu keluar.

Yang Luo tidak tidak menyangka jika dia sangat pintar. Sebelum dia mengatakan sesuatu, gadis itu sudah tahu apa yang harus di lakukan. Dia mendekati pintu dan coba mendengar gerakan di luar. Setelah memastikan kedua wanita itu ada di dapur, dia menyelinap keluar dan kembali ke kamarnya, membuka dan menutup pintu dengan penuh semangat kemudian berlari ke dapur: "Lin Yue, kau sudah datang? Kalau begitu aku pergi latihan pagi dulu."

Lin Yue menoleh sambil tersenyum: "Pergilah, ingat untuk pulang dan sarapan."

Melihat senyum manisnya, Yang Luo merasa bersalah dan keluar dengan perasaan kesal saat memikirkan dia melanggar 'janji'nya pada Lin Yue mengenai dia yang tidak akan berinteraksi dengan Qin Bingbing saat sendirian.

Lupakan, memikirkan hal-hal seperti itu membuatnya sakit kepala, nanti lagi di bicarakan!

Dia pun mulai berlari.

Keluar dari area perumahan, terdengar suara langkah kaki di belakang. Yang Luo menoleh dan melihat Ding Zidan beberapa orang lainnya sedang mengejarnya. Dia mengabaikan mereka dan mempercepat larinya.

Sepuluh menit kemudian, hanya Ding Ziyang masih mengikutinya. Yang Luo memperlambat larinya, agarDing Zibisa menyusulnya. Setelah bersebelahan, dia berkata sambil tersenyum: "Bagaimana? Hari ini masih mau lanjut?"

Ding Zi terengah-engah dan mengangguk.

"Baiklah!" Kata Yang Luo, "Kejar aku sampai ke jembatan. Jika bisa maka aku akan mengajarimu gratis!" Mendengar itu, kecepatannya tiba-tiba meningkat.

Ding Zi mengejarnya sekuat tenaga tapi Yang Luo semakin jauh, tak lama dia sudah melewati jembatan. Yang Luo berbalik dan berteriak, "Lanjut besok!"

Pada akhirnya, Ding Zitidak bisa berlari lagi. Dia berhenti dan terengah-engah sambil memegang lututnya, seperti sapi. Setelah beberapa saat, dia bisa berseru: "Be...Be... Besok aku pasti...menang!"

Teriakannya menggema dan masuk ke telinga Yang Luo. Dia menggelengkan kepalanya.

Bocah ini gigih dan berbakat.

Setelah Yang Luo menyelesaikan latihan paginya, dia kembali ke rumah, Qin Bingbing sudah pergi. Lin Yue melihatnya masuk dan mengeluh, "Kenapa lama sekali? Cepat duduk dan makan, nanti terlambat!"