Special Forces Di Metropolitan

Bab 71 Datang Tepat Waktu

Bab 71 Datang Tepat Waktu

------------

Setelah kembali ke rumah kaca, Yang Luo segera berkata, "Kepalkan erat tangan kalian! Lanjut latihannya! Waktu diukur sangat cepat! Sepuluh menit!"

"Baiklah!"

Semua siswa meraung bersamaan, dimana membuat Yang Luo terkejut. Mereka pun melanjutkan posisi kuda-kuda sambil mengangkat tangan yang dikepalkan dengan erat.

Melihat prabawa Yang Luo yang barusan, semua orang menjadi penuh semangat. Begitu terpikir bahwa mereka dapat dilatih oleh orang seperti itu, bahkan jika awalnya mereka tidak memiliki hati yang teguh untuk berlatih, para siswa menjadi sangat bersemangat, seakan-akan telah diberikan suntikan kardiotonik. Hati mereka sudah sangat menantikannya.

Asalkan dapat berlatih keras, maka siapapun dapat menjadi sehebat Guru Yang!

Yang Luo tidak menyangka bahwa kompetisi yang awalnya dilakukan untuk memberi pelajaran pada Zhao Kun ini malah memiliki efek lainnya. Melihat peningkatan antusiasme semua orang, Yang Luo tentu tidak akan menjadi sungkan. Dia pun segera mengembalikan intensitas ke tingkat kemarin, dan tidak ada seorang siswa yang mengeluh. Selain itu, jika dibandingkan dengan kemarin, jumlah orang yang dihukum pada hari ini telah banyak berkurang. Ini pun menunjukkan bahwa semua orang benaran telah mulai mengikuti pelatihannya.

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Tanpa tersadar sudah pukul tujuh malam dan langit-langit sudah mulai menggelap. Yang Luo pun menyelesaikan pelatihan yang berlangsung seharian. Dia membiarkan para siswa pulang dan beristirahat secukupnya. Namun, dirinya, dengan tidak sabar, segera berlari ke gedung kantor untuk mencari Yin Liang.

Situasi Huang Ming pada saat ini merupakan tekanan terbesar bagi hatinya. Tetapi ketika keluar dari kantor Yin Liang, tekanan pada hati Yang Luo tidak mereda sedikitpun ——Huang Ming masih belum terbangun.

Yang Luo, dengan langkah berat, berjalan keluar dari sekolah. Dia pun menjadi bimbang, tidak tahu apakah dirinya perlu pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Huang Ming atau tidak. Tapi apa gunanya dia pergi ke sana, kan? Apakah mungkin akan membuat Huang Ming terbangun? Jawabannya jelas tidak, dimana membuat Yang Luo kehilangan keberanian untuk pergi ke rumah sakit.

Setelah berdiri beberapa saat, Yang Luo akhirnya mengambil keputusannya. Dia pun pergi dengan memanggil sebuah taksi.

Lima belas menit kemudian, Yang Luo turun di depan sebuah gang kecil yang berada di North Fourth Ring. Dia melihat papan arahnya, dimana di atasnya tertulis dengan jelas kata "Maple Lane".

Yang Luo sekali lagi memeriksa alamat dan nama jalan dari kartu nama Wu Qingyue, kemudian dia baru jalan masuk. Gang yang memiliki lebarnya sekitar lima meter ini terasa agak sepi. Pejalan kaki sangat sedikit dan di samping jalan tersebut terdapat sebuah pohon mapel, dimana terlihat agak indah.

Ketika berjalan ke sisi lain Maple Lane, Yang Luo pun menemukan tempat tujuannya—— Klub Biliar Pengfei.

Begitu sampai di bawah papan gantungnya, Yang Luo menyadari ada yang ganjil. Klub-nya berada di bawah tanah, dan pintu masuknya memanjang ke bawah. Tetapi pintu kaca yang terletak di ujung terbuka begitu saja. Ketika melihat lebih dekat, setengah bagian bawah pintu tersebut telah hancur berkeping-keping, seakan telah ditendang secara paksa.