Special Forces Di Metropolitan

Bab 73 Takut Kakimu Bau Dan Akan Membunuhku

Bab 73 Takut Kakimu Bau Dan Akan Membunuhku

------------

"Tidak?" Qin Bingbing tampak meraguinya. "Jika tidak, apakah mungkin kamu bisa empat kali berturut-turut mengeluarkan angka 6?"

"Hoki, Hoki!" Yang Luo segera mengatakannya. Dia bahkan tertawa dalam debat tersebut.

Qin Bingbing tidak memiliki bukti, jadi dia hanya dapat mempercayainya, dan lanjut bermain kartu.

Sepuluh menit kemudian, Yang Luo mengeluarkan sebuah kartu. "9, dan aku menang!" seru Yang Luo sambil merentangkan tangannya.

Qin Bingbing melempar kartu di tangannya dan berkata dengan marah, "Di ronde pertama ada 4 kali angka 6, berikutnya ada 4 kali angka 3 dan sekarang ada 4 kali angka 9. Apakah kamu berani mengatakan bahwa ini karena hoki?!"

"Kenapa tidak? Dengarin ya ——hoki!" Yang Luo mengatakannya dengan serius.

"Aku tidak mau main lagi!" Qin Bingbing pun bangkit berdiri. Agar dapat memastikan apakah Yang Luo berbuat curang, Qin Bingbing bahkan meminta Yang Luo untuk mengocok kartu. Yang Luo pun mengocok sampai dua kali. Hasilnya, Qin Bingbing yang melotot seharian tidak menemukan apa-apa.

Yang Luo yang senang pun berkata dalam hatinya, "Kalau kesal, sana kembali ke kamarmu, biar aku bisa berduaan dengan Lin Yue!"

Siapa yang sangka Qin Bingbing segera berkata, "Ayo nonton TV!"

Yang Lup menjadi kesal dan bergumam, "Sudah jam sepuluh masih mau nonton TV? Tidak salah…"

Lin Yue pun terkejut ketika mendengar kata "jam sepuluh". Dia melihat ke arah jam, lalu segera bangkit dan berkata, "Aku harus tidul dulu. Sampai jumpa besok. Bye bye."

Yang Luo seakan ingin memukul mulutnya. Kenapa kamu harus bilang "jam sepuluh"! Jelas-jelas tahu bahwa Lin Yue akan pergi tidur jam sepuluh!

Lin Yue tersenyum manis dan mengucapkan selamat tinggal pada dua orang. Lalu dia membelakangi Qin Bingbing, menghadap ke arah Yang Luo, dan memberi tangan "peace". Setelah itu dia baru pergi.

Yang Luo tahu bahwa Lin Yue merujuk pada bagian kedua dari "Perjanjian Tiga Inti". Karena Yang Luo tidak ingin berduaan dengan Qin Bingbing, dia pun segera berjalan ke kamarnya, "Aku juga mau tidur."

"Berhenti!" Qin Bingbing menunggu sampai Lin Yue kembali ke kamarnya. Setelah itu, dia baru berteriak kepada Yang Luo.

Hati Yang Luo seketika menjadi tegang. Dia terpaksa berbalik badan dan berkata, "Ada apa Opsir Qin? Aku sangat lelah setelah latihan seharian ini, jadi aku perlu beristirahat yang secukupnya..."

"Beristirahat? Apakah kamu ingin beristirahat agar bisa bangun pagi dan melakukan tindakan yang jahat?" Pipi Qin Bingbing agak memerah begitu teringat dengan masalah di pagi hari. "Duduk. Kalau tidak, kamu akan tahu konsekuensinya!"