Special Forces Di Metropolitan

Bab 77 Bagaimana kamu bisa mabuk ?

Bab 77 Bagaimana kamu bisa mabuk ?

------------

Pelatihan pada sore hari telah berakhir. Setelah Yang Luo menghubungi Lin Yue, untuk mengabarinya, dia pun pergi naik taksi bersama Wang Hu ke tempat janjian mereka.

Pada pagi hari, Yang Luo meminta Wang Hu untuk membantunya menyelidiki latar belakang He Fu, terutama apakah dia ada menghubungi orang lain dalam perjalanannya. Wang Hu sangat ahli dalam hal seperti ini. Dia pun mencarikan temannya untuk melakukannya. Pada sore hari, dia telah mendapatkan informasi dan membuat janji tempat pertemuan untuk menyerahkan hasilnya.

Mereka menaik taksi ke luar kota dan tiba Jalan Lingkar Ketiga Utara, sebuah gang kecil yang terletak di Kota Jiang. Ketika mereka turun dari mobil, langit sudah gelap. Wang Hu memimpin jalan, berjalan ke arah kiri dan kanan, dan akhirnya berhenti di depan jalan biasa,

Yang Luo memperhatikan lingkungan sepanjang jalan. Tempat ini sekali dilihat merupakan zona gelap kota ini. Dimana-mana terdapat bangunan berbahaya yang dibangun beberapa dekade lalu, dimana bangunan paling tertinggi memiliki tujuh atau delapan lantai. Jalanannya penuh dengan gundukan dan lubang, terdapat genangan air yang kotor dan bau, serta kabel dan pipa terbuka. Orang-orang yang datang dan pergi merupakan penduduk bawah kota, dan jarang bertemu dengan orang yang berpakaian rapi. Sekali melihat tempat ini, lansung akan tahu bahwa datang ke sini bukanlah hal yang baik.

"Tempat ini tidak kecil dan merupakan daerah kumuh. Empat atau lima blok ke kiri adalah rumah Ma Qiang, yaitu di Jalan North Jiangcheng." Wang Hu sambil berjalan dengan Yang Luo sambil berkata, "Aku bisa bersamanya hingga larut malam. Kami sering bermain di sini. Tempat ini tidak ada pemilik daerahnya, dan memiliki sedikit makanan serta membutuhkan uang. Biasanya para anak bawahan bos itu tidak akan menyentuh tempat ini."

Yang Luo sambil berjalan sambil mendengarkannya. Sejauh pandangan matanya, dia tahu bahwa perkataan Wang Hu tidak buruk. Tempat ini hanya bisa dianggap sebagai daerah kumuh di Kota Jiang. Mereke membutuhkan makanan dan uang, tetapi tidak bisa mendapatkannya. Selain itu, dia berada di zona ketiga, dimana merupakan tujuan renovasi dan rekonstruksi pemerintah, sehingga siapapun tidak akan tahu apa yang akan dibangun di masa. Di era supremasi uang ini, paling banyak adalah menggunakan tempat ini sebagai tempat transisi. Siapapun juga tidak ingin berkembang di sini pada jangkau yang lama.

Dalam perjalanan, kadang-kadang terdapat beberapa toko kecil dengan pintu tersembunyi. Mereka yang duduk di sana merupakan wanita paruh baya, yang menjalani kehidupan yang berantakan ataupun ditindas serta ditinggalkan suami mereka, dimana membuat orang yang melihatnya kehilangan nafsu makan.

Wang Hu sambil mengatakannya sambil mengamati Yang Luo, yang diam-diam tampak terkejut.

Dapat tercium bau aneh di tempat ini, dimana orang bersih biasanya tidak akan betah, seperti penghuni Komplek Tiangong Dian, diman mereka akan merasa jijik dan mual begitu berdiri di depan jalan. Namun, Yang Luo malah tampak baik-baik saja dan raut pada wajahnnya sedikit pun tidak berubah.

Wang Hu tentu tidak mengetahuinya. Waktu itu, jangankan tempat semacam ini, Yang Luo bahkan pernah tinggal di tempat yang lebih buruk lagi, jadi dia tidak memiliki masalah dengan lingkungan seperti ini.

"Wang Hu, tempat ini terletak jauh dari Komplek Tiangong Dian. Bagaimana kamu sampai tinggal di sana?" Yang Luo bertanya sambil berjalan.

Wang Hu menyeringai. "Sejujurnya, aku menyewa tempat itu untuk mengembangkan bisnis di komplek agar mendapatkan beberapa biaya hidup."

"Bisnis apa?" tanya Yang Luo penasasran.

"Membuat sedikit bubuk k dan sebagainya, melakukan eceran, dan satu bulan juga mendapat beberapa pesanan. Selain itu akan aman jika berada di komplek seperti." Wang Hu tidak menyembunyikan apapun dari Yang Luo. Lagi pula, dia juga bertekad untuk mengikuti Yang Luo.

"Bagaimana denganmu?" tanya Yang Luo.

"Aku? Aku kenapa?"

"Apakah kamu ada menghisapnya atau tidak?"

Wang Hu pun baru mengerti maksudnya, lalu segera berkata, "Aku baru tidak bermain-main menghisap hal-hal itu! Aku dari awal sudah tahu bahwa barang-barang ini dapat membuat banyak korban. Sejujurnya, aku awalnya pernah mencoba beberapa kali, kemudian aku menyadari bahwa itu akan membahayakan tulang korbannya, dan aku langsung berhenti!"

Yang Luo mengangguk kepalanya. Pemahamannya tentang narkoba, bahkan dalam industri ini jarang ada orang yang dapat dibandingkan dengannya, yaitu sadar akan bahayanya. Pertanyaan yang barusan tampaknya biasa saja itu, Yang Luo pun sudah membuat keputusan dalam benaknya. Jika Wang Hu menghisap narkoba, maka dia tidak akan menerima adiknya ini.