Special Forces Di Metropolitan

Bab 79 Jangan Asal Berpikir

Bab 79 Jangan Asal Berpikir

Gadis itu ragu sesaat dan berdehem pelan, lalu dirinya sendiri yang membuka langkah terlebih dahulu.

Yang Luo tidak tahan untuk menghela nafas saat melihat kecepatannya.

Tidak hanya suaranya yang seperti nyamuk, bahkan kecepatan gadis ini berjalan seperti seekor siput.

Tapi Yang Luo semakin merasa janggal saat gadis itu berjalan beberapa langkah lebih banyak, mengapa gadis itu terlihat pincang saat berjalan? Yang Luo berjalan lebih cepat dan menggunakan senter menerangi kakinya, lalu dia baru menyadarinya.

Entah kapan kaki kiri gadis itu terluka dan darahnya terus mengalir. Dia juga cukup hebat karena masih bisa berjalan.

"Kamu terluka." ujar Yang Luo yang baik hati mengingatkannya.

"A-aku....tidak apa-apa...." ujar gadis itu sambil menundukkan kepalanya, lalu lanjut berjalan dengan pincang.

"Tapi aku merasa buruk!" Yang Luo tidak tahan lagi. "Aku masih buru-buru pulang. Bagaimana kalau seperti ini? Aku cukup kuat, biar aku saja yang membantumu. Anggap saja aku juga sedang membantu diriku. Mari jalan lebih cepat."

Gadis itu mengangkat kepalanya dan menatapnya terkejut.

Yang Luo tidak menunggu dia membuka mulut dan merendahkan tubuhnya. Tangan kiri memegang punggung, tangan kanan memegang kaki, lalu menekuk kakinya dan menggunakan tenaga pada kedua tangannya, seketika gadis itu tergendong olehnya.

Gadis itu sangat terkejut, berteriak pelan dan berusaha melepaskan diri.

"Jangan bergerak!" Cengkaraman kedua lengan Yang Luo menjadi erat dan mempererat gendongannya sambil berkata, "Jalan kemana? Cepat katakan!"

"L-lepaskan...aku!" ujar gadis itu ketakutan dan terus berusaha melepaskan diri, tapi sama sekali tidak berguna. Pria ini lebih kuat dibanding dengan beberapa orang tadi.

"Kamu tidak beritahu, maka aku tidak akan melepaskanmu. Percaya atau tidak kalau aku akan menghukummu disini?" ujar Yang Luo menakuti. Wajahnya memasang ekspresi "mesum". Ternyata benar, sekali kata ini dikeluarkan, gadis itu langsung menjadi kaku dan tidak lagi bergerak. Yang Luo senang melihat ini. Sepertinya cara ini cukup berguna untuk mengatasi gadis muda!

Menelusuri jalan berjalan sebanyak seratus meter lebih, Yang Luo belok dan masuk ke dalam gang kecil yang gelap. Tak lama kemudian, mereka keluar dari gang kecil dan belok kiri. Yang Luo mendengar petunjuk gadis itu dan hatinya terus merasa aneh.

Bukankah ini jalan yang dilalui olehnya saat menolong gadis itu?

Ternyata benar, tak lama kemudian warung milik Paman Long muncul di depan sana. Gadis itu berkata pelan, "R-rumahku...disana, kamu boleh menurunkan aku disana."

Yang Luo merasa amat terkejut dan batinnya berkata tidak begitu kebetulan kan? Dia tidak peduli apa yang dikatakan gadis itu dan berjalan beberapa langkah lebih dekat. Kebetulan Wang Hu sedang memegang perut besarnya keluar dari sana. Melihat Yang Luo yang kembali, dia seketika terkejut. "Kak Luo, mengapa kamu...." Pandangannya langsung terjatuh pada wajah gadis yang berada di dalam pelukan Yang Luo, lalu dia semakin tercengang. "Yanyan, m-mengapa....kamu...."

Wajah gadis itu seketika memerah dan berusaha melepaskan diri dari cengkaraman Yang Luo, lalu berhasil berdiri di lantai dan pelan-pelan berkata, "Kak... Kak Quan."

Yang Luo berkata dengan terkejut, "Kalian berdua saling kenal?"

"Dia itu putrinya Paman Long, Yanyan. Mengapa Kak Luo datang bersama dengannya?" Wang Hu sekarang sangatlah bingung.