Special Forces Di Metropolitan

Bab 80 Diam-Diam Mengecup Dewi

Bab 80 Diam-Diam Mengecup Dewi

Lin Yue sangat senang mendengar itu, lalu menariknya duduk di sofa. "Kamu duduklah, aku bawakan segelas air untukmu, agar membantu pencernaan." Dia baru saja mau pergi menuangkan air, tiba-tiba Yang Luo terpikir akan sesuatu. dia menjulurkan tangannya dan menariknya. Lin Yue seketika kehilangan keseimbangan, berteriak pelan, lalu terjatuh dalam pelukannya. Aura maskulin seorang lelaki pun terkuak, lalu memeluknya, seketika jantungnya seperti berhenti berdetak dan sekujur tubuhnya menjadi kaku.

Yang Luo menikmati rasa sentuhan yang lembut dan merasa sangat senang, sepertinya dia harus merayakannya dengan sampanye! Kemajuan ini berlangsung dengan cepat!

"Apa yang kamu lakukan?" Beberapa detik berlalu, Lin Yue baru berusaha melepaskan diri dan duduk di sofa, lalu memukul Yang Luo pelan.

"T-tidak...ada apa-apa kok, tanganku licin. Aduh, kepalaku pusing!" Yang Luo langsung menjelaskan dan memegang kepalanya pura-pura pusing.

Lin Yue mana mungkin percaya dengan itu, lalu mendorongnya pelan. "Padahal kamu sengaja melakukannya, dan masih berpura-pura!"

Yang Luo memegang kepalanya dan menggoyangnya pelan. "Aneh, aku jadi pusing. Jangan-jangan efek setengah kilogram arak putih itu baru bereaksi?"

Lin Yue tercengang. "Apa? Kamu minum setengah kilogram arak putih?!" Melihat raut wajah Yang Luo, seperti tidak berpura-pura, seketika dia mempercayainya dan khawatir berkata, "Kamu minum begitu banyak, apa kamu tidak ingin hidup lagi? Apakah sekarang masih pusing? Bagaimana kalau aku seduh teh untuk meringankan efek pusingnya?"

Yang Luo memegangnya kepalanya dan mengeluh, "T-tidak....perlu, aku hanya perlu i-istirahat sebentar." ujarnya sambil menyandarkan diri ke dalam pelukan Lin Yue. Awalnya Lin Yue ingin kabur, tapi khawatir dirinya benar-benar mabuk, sehingga ia mengubah cara duduknya dan membiarkan Yang Luo tidur diatas pahanya.

Yang Luo bisa mencium wangi tubuh wanita cantik dengan jarak yang begitu dekat, serta merasakan kelembutan paha. Hatinya bermekaran dan malam ini sungguh baik untuknya!

Beberapa waktu kemudian, Lin Yue tiba-tiba merasa aneh dan menunduk. Dia hanya menemukan Yang Luo yang mengedipkan matanya dengan pernafasannya yang teratur, bisa-bisanya dirinya tertidur. Dia terkejut sesaat, lalu memanggil pelan. "Yang Luo?"

Yang Luo seperti sedang meracau sesuatu, lalu menggosok kepalanya diatas paha Lin Yue, terus mendekatkan diri ke dalam pelukan Lin Yue, sehingga dia semakin nyenyak tidurnya.

Lin Yue merasa kaget dan juga merasa lucu. Dia ingin membangunkannya, saat menaruh tangan diatas tubuh Yang Luo, dia tiba-tiba menyerah atas pikiran itu, melainkan menyentuh pelan wajahnya.

Rasanya kasar, bagai menyentuh kulit pohon.

Dia pasti sangat lelah. Batin Lin Yue yang menjelaskan kepada dirinya sendiri, sehingga dirinya semakin tidak ingin membangunkannya.

Entah berapa lama waktu berlalu, Yang Luo terbangun dan baru menyadari dirinya tertidur diatas paha Lin Yue. Dia menengadah keatas dan hanya menemukan Lin Yue yang bertopang dagu dengan sepasang mata yang terkejap, serta menyandarkan diri tertidur nyenyak di sofa.

Yang Luo pelan-pelan bangkit dari pahanya dan melirik lagi waktu dari jam dinding sana. Dia terkejut karena jam dinding menunjukkan pukul satu pagi. Hatinya sungguh merasa bersalah dan baru saja ingin membangunkan Lin Yue, agar ia kembali ke kamar untuk tidur. Tapi Yang Luo tiba-tiba berhenti dan melihat ke bawah. Seketika ada sebuah emosi yang muncul dari lubuk hati.

Cantik sekali.

Yang Luo tidak dapat menahan lagi, lalu membungkuk tubuhnya dan meninggalkan kecupan ringan di pipi kiri Lin Yue. Setelah menikmati sensasi lembut, dia baru pelan-pelan menjauhkan bibirnya. Di ujung hidungnya terdapat wangi yang khas dan membuatnya tak bisa melupakannya.

Mata Lin Yue tiba-tiba terbuka.