Special Forces Di Metropolitan

Bab 83 Aku akan membunuhmu jauh lebih mengenaskan daripada seekor babi

Bab 83 Aku akan membunuhmu jauh lebih mengenaskan daripada seekor babi

Yang Luo yang ada disebelahnya merasa sangat takut. Tiga gerakan yang ia ajarkan adalah gerakan dasar, sebenarnya hanya memerlukan sebuah kesempatan untuk menggunakan gerakan yang serupa dalam jumlah banyak, namun ia tidak tahu apakah Chen Xia mampu mendapatkan kesempatan itu.

Tepat pada saat ini, Qin Bingbing melihat bahwa pilihannya mengangkat kaki untuk mengalahkan lawan sangat tidak menguntungkan, ia langsung menggunkan kedua tangannya untuk menangkap, satu tangan menangkap lengan kiri Chen Xia, kaki kanannya menyandungnya, dan satu tangannya menjatuhkan Chen Xia!

Semua penonton terkejut dan berteriak, mereka mengira Chen Xia telah kalah, namun siapa sangka dirinya membalikkan badannya dari ketinggian, dan mendarat dengan halus dengan kedua kakinya di atas tanah, meskipun dirinya mundur beberapa langkah, namun ia masih dalam posisi berdiri.

Yang Luo menghela nafas.

Kemampuan dasar Wu Shu Chen Xia cukup baik, namun pemahamannya tidak terlalu cepat, oleh karena itu ia dapat kehilangan kesempatan seperti tadi. Namun karena kemampuan dasarnya cukup baik, jadi ia tidak kalah.

Qin Bingbing merasa kesal dalam hatinya, berteriak dengan kencang: "ayo maju!" kakinya maju selangkah demi selangkah dan serangan tinju yang dilakukannya memaksa Chen Xia untuk mundur terus menerus. Qin Bingbing tidak sudi untuk menyerah, ia membujuk Chen Xia untuk buru-buru mengangkat tangannya, namun dirinya malah mengambil langkah lainnya yaitu menangkap lengan sebelah kanan pihak lawan, ia menarik dan menyandungnya, yang dapat didengar hanya suara "plak", Chen Xia jatuh ke atas tanah.

Qin Bingbing menekan Chen Xia ke tanah, memutar lengan kanannya, namun lutut kirinya malah menahan punggunya dan berteriak: "kamu telah ditangkap!"

"Menangkap apa?" Yang Luo berteriak dengan marah, "lepaskan dia, ronde ini kamulah pemenangnya!" dirinya memahami bahwa kekalahan Chen Xia bukan karena ia tidak bisa mengalahkan Qin Bingbing, melainkan karena ketidakpercayaan dari hatinyalah yang menyebabkan kekalahan atas dirinya!

Qin Bingbing berdiri dengan tampang sombong, dan menatap Yang Luo: "bagaimana? Kamu kalah!"

Chen Xia berdiri dengan perasaan kecewa dan malu: "Guru Yang, aku……aku kalah."

Yang Luo menatapnya dengan pandangan dingin, berkata dengan suara datar: "tiga huruf yang yang selalu aku suruh kamu untuk berteriak dengan suara lantang itu apa saja?"

Chen Xia gemetaran, berkata dengan nada rendah: "aku bisa melakukannya."

Yang Luo berteriak: "aku tidak bisa mendengar!"

Chen Xia menambah kekuatannya: "aku bisa melakukannya!"

Yang Luo berteriak lagi: "aku tidak bisa mendengar!"

Akhirnya Chen Xia mengikuti caranya berteriak: "AKU BISA MELAKUKANNYA!"

"Kamu bisa melakukannya?" Yang Luo berjalan ke hadapannya, "kalau kamu bisa melakukannya, kenapa kamu kalah?"

Chen Xia membuka mulutnya, namun ia tidak bisa berkata apa-apa.

Satu kaki Yang Luo menendang kakinya, kaki Chen Xia langsung tertekuk, namun ia malah menahan kesakitan yang dirasakannya, dan segera meluruskannya lagi.

Qin Bingbing terkejut, dengan spontan berkata : "Yang Luo, kenapa kamu memukulnya?"

Yang Luo memutar kepalanya dan berteriak: "diam! Aku sedang memberi pelajaran ke siswaku, belum saatnya kamu untuk berbicara!" perkataannya benar-benar membuat Qin Bingbing membungkam mulutnya. Orang yang berada di barisan belakang juga terkejut, ia melihat Yang Luo yang di depan matanya sebagai roh yang sulit untuk dijelaskan, membuat semuanya takut dan berkata: "dia….. dia kenapa sekejam ini?"

"Berikan alasan mengapa kamu kalah dengan suara lantang!" Yang Luo membentak Chen Xia.