Special Forces Di Metropolitan

Bab 84 Jika tidak sopan, lalu harus bagaimana?

Bab 84 Jika tidak sopan, lalu harus bagaimana?

Qin Bingbing tidak membuat Yang Luo menunggu terlalu lama. Belum sampai satu jam setelah kepergiannya, ia telah menelepon Yang Luo, memintanya pukul tujuh malam untuk pergi ke Area Utara agar dapat berdiskusi perihal pendaftaran.

Yang Luo merasa sangat bahagia dan terkejut, tidak disangka gadis kejam ini memang kejam, namun ternyata dapat dipercaya. Melihat waktu masih awal, ia mengerahkan seluruh konsentrasi dan tenaganya ke urusan pelatihan.

Menurut siswa senior kelas 2 Zhao Shenming, Yang Luo dari awal telah mengamati bahwa dirinya memang memiliki harga diri. Seluruh kelas beranggotakan tiga belas orang siswa semuanya memiliki dasar yang cukup bagus, paling sedikit ada sebagian yang berlatih Wu Shu dari kecil. Waktu dan tenaga yang telah dibuangnya dalam waktu selama itu, benar-benar bukan sembarang orang bisa mengalahkannya.

Dalam keadaan normal biasanya, Chen Xialah yang berasal dari Kelas Menengah 2 yang telah berlatih mulai dari kecil, dirinya juga tidak mampu untuk melawan siswa dari kelas senior 2, jadi pertandingan persahabatan kali ini, ia harus menggunakan cara yang khusus.

Dalam hati Yang Luo muncul pertanyaan, namun ia selalu meremehkan cara yang akan digunakan untuk mengalahkan lawannya, ia merasa bahwa cara tersebut lebih pantas jika dipergunakan untuk melawan siswa sekelasnya.

Waktu pelatihan sore hari telah berjalan setengah, Yang Luo membawa semua orang ke tempat karung pasir, dan berkata: "hari ini adalah kelas keterampilan dasar pertama kita!"

Semua siswa bersemangat. Beberapa hari ini selalu berlatih tentang sistem kebugaran fisik dan tenaga, namun keterampilan berkelahi sama sekali tidak diajarkan, semuanya sangat tidak sabar untuk mempelajari hal itu.

Yang Luo menyuruh Da Pingtou dan berbadan gagah keluar, berdiri di depan sebuah karung pasir, dan berteriak: "berdiri yang tegal! Tidak boleh bergerak!" dia berkata sambil menarik karung pasir, lalu melepaskannya. Karung pasir itu mengikuti gravitasi, dengan cepat bergoyang mundur dan memukul kepala Da Pingtou itu.

Da Pingtou terkejut, dan melompat ke samping dengan hati-hati. Gerakannya tidak lambat, beberapa hari ini juga menjalankan pelatihan untuk menguatkan kaki, responsnya meningkat, dan ia menghindarinya.

Yang Luo berteriak: "apakah aku menyuruhmu bersembunyi? Lompat katak satu kali putaran!"

Da Pingtou sedang berbangga diri karena dirinya bisa bersembunyi dengan cepat. Namun saat mendengar perkataan Yang Luo, dirinya langsung terdiam.

Tidak bersembunyi? Jadi kamu berdiri terdiam dan terpukul?

Dirinya terdiam, di bawah hukuman guru iblis, ia tidak bisa jika tidak melakukannya, Da Pingtou terpaksa berlari, lalu ia melompat turun di sepanjang jalan setelah berjongkok.

"Da Jun keluar! Berdiri, tidak boleh bergerak!" Yang Luo sudah memulai memanggil orang kedua, "ingat baik-baik, aku bilang tidak boleh bergerak!"

Postur tubuh Da Jun dengan Da Pingtou hampir sama, terlihat gagah dan kuat. Saat ini, mereka berdiri di posisi Da Pingtou, menggertakkan giginya.

Yang Luo telah menarik karung pasirnya ke udara, melepaskan karung pasirnya dan terdengar suara bahwa karung pasir tersebut dengan cepat memukul Da Jun.

Siswa lainnya hanya menonton saja. Satu karung pasir paling tidak memiliki berat lebih dari seratus kilogram. Jika terpukul seperti ini, apakah tidak terluka?

Hanya terdengar suara "peng", tentara merasakan kekuatan karung pasir dengan dadanya, dalam sekejap raut wajahnya terlihat kesakitan.