Special Forces Di Metropolitan

Bab 86 kenapa pecundang bodoh ini sangat hebat?

Bab 86 kenapa pecundang bodoh ini sangat hebat?

Qin Bingbing dipaksa untuk keluar dari area pelatihan, dengan panik menyaksikan dua puluh orang mengelilingi Yang Luo, hatinya lebih kacau dibandingkan keadaan di lapangan.

Ia memanggil beberapa rekan kerjanya kesini, pada awalnya hanya ingin memberi Yang Luo pelajaran, namun siapa yang mengetahuinya bahwa keadaannya berubah dan ia tidak dapat mengendalikannya. Jika terus menerus seperti ini, meskipun Yang Luo seorang diri sangat berani, namun juga tidak mungkin menjadi lawan dari dua puluh orang lebih. Semuanya sangat bersemangat dan semangatnya membara, hasilnya sulit untuk diprediksi.

Tiba-tiba, Qin Bingbing merasa menyesal, menyalahkan dirinya mengapa sangat mudah untuk dimenangkan, ia mati-matian ingin bersaing dengan Yang Luo!

Yang Luo berada dalam keadaan kacau, namun ia malah menjadi lebih tenang. Kekuatan ini adalah hasil dari pengasahan kemampuan dalam tugas selama bertahun-tahun, jika keadaan semakin kacau, dirinya harus semakin tenang, kalau keadaan akan menjadi semakin buruk.

Sun Huilah yang terkuat dari antara para polisi muda ini, kemampuan yang lainnya bisa dikatakan lumayan, dan bukanlah tandingan Sun Hui. Namun pepatah mengatakan "kekuatan seseorang ada batasnya", tidak seperti orang-orang hebat yang memiliki pengalaman banyak yang dikirim oleh Wang Tian, mereka adalah polisi-polisi yang telah melewati pelatihan yang kompeten dan profesional, memiliki kedisiplinan tinggi yang tidak dimiliki oleh gerombolan brandal, dan memiliki kemampuan yang jauh di atas gerombolan brandal.

Oleh karena itu, Yang Luo dari awal telah sengaja untuk memprovokasi, tidak henti-hentinya merangsang kemarahan dan emosi dari polisi-polisi muda yang bersemangat ini, bukannya sombong, melainkan teknik yang telah diputuskannya setelah bersikap tenang. Asalkan mereka tidak bisa menjaga ketenangan, tekanan yang dihadapinya akan semakin berkurang. Oleh karena itu, kekacauan baginya tidak hanya berbahaya, namun juga memiliki manfaat.

Benar saja, setelah lebih dari sepuluh menit, Yang Luo berada dalam keadaan dimana dirinya mendapatkan pukulan dan tendangan yang terbatas, lalu menjatuhkan polisi muda yang terakhir ke atas tanah. Saat bertarung, dirinya masih memiliki keibaan, bagaimanapun ini hanyalah pertarungan yang menghasilkan kemenangan dan kekalahan, bukan pertarungan yang menghasilkan kehidupan dan kematian, ia benar-benar tidak memiliki tujuan untuk menganggap sekumpulan polisi itu sebagai musuh.

Qin Bingbing terdiam.

Jika dulu beranggapan bahwa apa yang bisa diberikan oleh Sun Hui adalah "kecelakaan", kekacauan dapat memberikan kepadanya "kepanikan", dan Yang Luo ternyata benar-benar bisa bisa mengalahkan semua orang ini, dan bisa memberikan kepadanya "keterkejutan"!

Tidak disangka digantikan oleh orang lain, jika memang dirinya adalah seorang pemain Wu Shu yang hebat, juga tidak mungkin sama seperti Yang Luo yang mencapai kemenangan dan meninggalkan kesan yang sangat mengesankan. Yang Luo meskipun telah belajar semua keterampilan nasional selama ini, namun ia hanya menggunakannya untuk membereskan para sampah dan memperluas pengetahuannya, keterampilan bertarung yang sesungguhnya yang dimiliki olehnya bukanlah sebuah teknik yang sederhana, namun sesuatu yang bisa menarik perhatian banyak orang, yang ia kejar selama ini adalah semakin bisa mengalahkan lawan dengan cara yang simpel, maka akan semakin bagus, tidak akan merasa kaku saat menjalankannya, ini benar-benar yang disebut dengan teknik "pukulan bebas", oleh karena itu dirinya baru bisa menampakkan kekuatannya yang besar saat ia melawan sekelompok orang.

Yang Luo menepuk-nepuk debu yang ada di badannya, mengerutkan alisnya: "tempat ini sudah berapa lama tidak dibershkan?" dirinya tadi bergulung-gulung di atas tanah beberapa kali, lalu melihat baju Wu Shunya, jika tidak segera dicuci maka keesokan harinya tidak akan bisa digunakan untuk ke sekolah.

Qin Bingbing melihatnya sama seperti melihat hantu, bibirnya gemetaran, namun dirinya sama sekali tidak mengatakan apapun.

Yang Luo berjalan ke sebelahnya, mengulurkan tangan ke depan matanya dan menggoyangkannya: "Hei? Kehilangan nyawa? Hei? Hei!" kata-kata terakhirnya sedikit membentak, langsung membuat Qin Bingbing kaget dan tersadar.

"Bagaimana? Apakah sudah pantas untuk menjadi pelatih dari polisi seperti kalian kan?" Yang Luo terlihat sangat dingin dan menakutkan.

Qin Bingbing melihat ke dalam area pelatihan, satu persatu dari rekan kerjanya berusaha untuk bangkit, lalu melihat Yang Luo, suaranya gemetar: "kamu…… kamu sebenarnya siapa?"