Special Forces Di Metropolitan

Bab 91 Apa Kamu Bisa Menghadapi Nenek Comel Ini

Bab 91 Apa Kamu Bisa Menghadapi Nenek Comel Ini

Zhang Yeteng berdehem, "Buruk atau tidaknya kondisi tersebut masih belum pasti, kita lihat saja nanti. Tapi He Fu sekarang pasti tidak akan melepaskan Yang Luo. Oh iya, beberapa hari ini He Fu ingin mengajakmu untuk makan dsb, tapi aku tolak."

"Kenapa? Kan gratis, kenapa ditolak?" He Jie heran.

"Ya ampun, kamu ini ya, taunya makan saja! Sekarang ini masa-masa sensitif! Pokoknya jangan terlalu dekat dengan orang itu!"

"Iya iya," He Jie nurut saja.

Kemarin malam He Fu mengajaknya makan, padahal selama ini tidak pernah. Biasanya He Fu akan mengajak Zhang Yeteng, dan Zhang Yeteng akan mengajak He Jie. Dan kali ini, jarang sekali He Jie bisa jadi tokoh utama, tapi ia malah harus menolaknya...

Tapi He Jie sadar, Zhang Yeteng tidak akan menyuruhnya tanpa sebab. Hatinya sudah memutuskan bahwa setelah ini, ia akan menelepon He Fu dan menolak undangan makan tersebut.

Di sisi lain, Zhang Yeteng juga ingat akan panggilan telepon dari He Fu semalam. He Fu mengundangnya untuk makan dengan alasan ingin berterima kasih atas bantuannya. Zhang Yeteng waktu itu menolaknya, lalu ia berpikir, He Fu mungkin saja akan beralih target ke He Jie, makanya ia segera memperingatkan He Jie.

Masalah He Fu dengan Yang Luo sudah sampai ke tahap penting, tapi tahap penting ini justru tahap kritis. Zhang Yeteng tidak ingin ikut campur urusan mereka, terlebih lagi beberapa hari ini Kakek mendidiknya dengan keras. Kalau sampai Kakek tahu Zhang Yeteng masih pacaran dengan He Fu, wanita yang latar belakangnya cukup rumit itu, pasti ia kena plasah!

Sudah jam setengah sepuluh, latihan pagi telah berakhir. Masing-masing murid kembali ke ruangan kelasnya.

Yang Luo pertama-tama mengajarkan para murid latihan kekuatan selama 2 jam, setelah itu dia menyuruh mereka untuk mengulangi trik dasar yang telah diajarkan kemarin. Yang Luo tidak menuntut mereka untuk bisa menguasai dan melakukannya persis seperti yang ia lakukan, tapi para murid diharapkan untuk mampu mengembangkan gerakan refleks mereka dengan jangkauan "Xie" yang tidak lebih dari 5 cm. Kalau lebih dari itu, mereka akan kehilangan keseimbangan sehingga mau tak mau mereka harus mundur ke belakang agar tubuh mereka bisa tersokong sempurna dan gerakan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Yang Luo akan memberikan murid yang kehilangan keseimbangan ini kesempatan untuk melawan.

Pagi itu berakhir. Kelas lain jam 12 tepat sudah pulang, hanya kelas menengah 2 yang masih latihan di lapangan.

Yang Luo sedang mengelilingi area Shadai untuk melatih kemampuan para murid. Tiba-tiba HPnya berdering. Saat melihat layar, ia terdiam. Yin Liang meneleponnya.

"Guru Yang, sekarang juga ke kantor!"

Yang Luo mendengar suara Yin Liang agak berbeda dari biasanya, seperti sedang heran, tapi juga sedikit gembira. Mendengar ini, Yang Luo langsung mengerti apa yang telah terjadi. Ia menutup telepon tersebut sambil tersenyum.

Akhirnya!

Yang Luo pergi ke gedung kantor, lalu naik ke lantai 2. Saat sedang menaiki tangga, ia melihat di ujung tangga beberapa orang berpakaian seragam polisi sedang berbicara dengan Yin Liang dan 2 guru lain.

Melihat Yang Luo datang, Yin Liang segera berseru, "Guru Yang, kemarilah!"

Polisi-polisi itu menoleh. Salah satu reserse polisi dari Biro Keamanan Publik Distrik Shibei yang bernama Sun Hui, yang semalam dikalahkan oleh Yang Luo ada disaa. Wajah-wajah lain yang berada di belakangnya terlihat asing.

Yang Luo tersenyum, lalu berjalan menghampiri Sun Hui, "Sangat bisa dipercaya!"

Sun Hui tersenyum dan mulai memperkenalkan, "Mereka ini adalah rekan kerja saya di tim investigasi kriminal. Mereka telah mendengar bahwa Guru Yang Luo sangat hebat, maka dari itulah mereka ikut dengan saya karena ingin berjumpa dengan Anda."