Special Forces Di Metropolitan

Bab 92 Batu Penghalang

Bab 92 Batu Penghalang

Setelah berpikir sejenak, Yang Luo mengangguk, "Baiklah, aku setuju."

Sudahlah, palingan karena dia perempuan, dia harus diberikan perhatian khusus nantinya. Tidak apa-apalah!

Qin Bingbing langsung senang. Tanpa ragu ia mengatakan idenya, "Apa kamu tidak bisa fleksibel sedikit? Siapa yang datang, siapa yang belajar. Kalau masalah biaya mah, kamu bisa menghitungnya berdasarkan biaya per-jam pelajaran. Meskipun agak ribet, tapi ini sangat berguna bagi kami, para polisi."

Mendengar ini, Yang Luo langsung menjawab, "Adik kecil, pelatihan dariku memiliki jadwal yang teratur guna meningkatkan kemampuan para murid. Kalau aku mengikuti saranmu, bukankah kemampuan mereka tidak akan berkembang dengan maksimal nantinya?"

"Kamu bisa menuliskan program-program latihanmu dan menyusunnya dalam bentuk dokumen, kemudian kamu bagikan ke mereka. Dengan demikian, mereka yang tidak datang latihan ke sekolah akan berusaha menyesuaikan programmu dengan latihan sendiri di rumah," kata Qin Bingbing. Awalnya ia hanya asal ucap ide saja, tapi mendengar pertanyaan Yang Luo barusan, mau tak mau otaknya mulai berpikir lebih keras, "Dengan demikian, mereka tidak akan tertinggal."

Yang Luo menggeleng, "Itu terlalu dipaksakan. Mereka yang sudah lelah bekerja, ditambah dengan harus berlatih mengejar ketertinggalan pelajaranku, pasti akan lebih lelah lagi. Tubuh manusia juga ada batasnya, kalau terlalu lelah, jadi mudah sakit. Aku tidak bisa melaksanakan ide tersebut."

Karena belum menemukan jalan keluar yang tepat, para polisi lain juga ikut berpikir. Dahi mereka tampak berkerut.

Tepat saat itu, Sun Hui keluar dari kantor dan berkata pada Yang Luo, "Saya setuju dengan ide tim Qin. Sebelum datang kemari, kami yang memang niat belajar dengan Anda telah mempertimbangkan banyak hal. Jadwal pekerjaan tidak akan menghalangi kemajuan kami dalam ilmu bela diri ini. Oleh karena itu, selama Guru Yang tidak masalah, kami juga tidak masalah. Sungguh."

Yang Luo kembali sibuk dengan pikirannya. Setelah yakin tidak ada ide lain yang lebih bagus, iapun berkata, "Baiklah, mengenai kalian…"

Yang Luo berpaling, menatap Wei Jun dan yang lainnya.

Qin Bingbing segera memotong, "Jadwal kami lebih longgar. Kami punya waktu istirahat yang tetap. Kami bisa berlatih di akhir pekan!"

Wei Jun dan yang lainnya juga mengangguk. Memang benar, saat tanggal merah mereka libur. Saat akhir pekan, mereka juga libur.

Yang Luo berpikir, kalau hari ini ia melarang Qin Bingbing untuk mendaftar, pasti perempuan ini akan membuat keributan yang tidak perlu. Jadi ya sudahlah.

Dengan terpaksa, Yang Luo berkata, "Baiklah, kita lakukan seperti keinginan kalian. Masalah pendaftaran, Kepala Sekolah Yin akan membantu kalian. Saya masih ada kelas, mohon pamit."

Wei Jun ternganga, "Bukannya sekarang waktu istirahat? Kok masih ada kelas?"

Mereka datang justru karena sedang jam istirahat, makanya Wei Jun heran.