Special Forces Di Metropolitan

Bab 94 Memimpikan Dia

Bab 94 Memimpikan Dia

Lin Yue merasa aneh. Pria di depannya ini sekali serius langsung terlihat berbeda, seakan dia begitu yakin bahwa tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menghalanginya. Karena inilah Lin Yue selalu yakin pada Yang Luo, ia tahu Yang Luo pasti bisa menyelesaikan masalah ini.

Saat itu, Yu Zhenxiang sudah berada di dekat mereka. Ia tersenyum, "Guru Lin, kalau Anda tidak pergi juga, nanti And akan digoda oleh arwah Guru Yang."

Wajah Lin Yue memerah. Setelah menyapa balik Yu Zhenxiang, iapun segera pergi dari sana.

Setelah Lin Yue sudah menjauh, Yu Zhenxiang berkata pada Yang Luo sambil tersenyum, "Guru Lin benar-benar adalah wanita cantik yang jarang ditemui. Guru Yang, apa Anda punya perasaan dengannya?"

"Tentu saja! Selama beberapa malam ini, saya selalu memimpikan dia! Heheheh," jawab Yang Luo dengan wajah tebal, seakan tidak tahu malu, "Kepala sekolah, apa Anda juga…"

"Seandainya saja saya lebih muda 20 tahun… tidak, sepuluh tahun, mungkin saja hati saya bergetar saat melihatnya. Tapi sekarang mah, saya sudah tua!" kata Yu Zhenxiang sambil tertawa, "Sekali ada perempuan cantik keluar di zaman saya, saya pasti akan langsung mengejarnya, tapi tidak untuk zaman sekarang ini, hehehhe."

"Wah, hebat sekali! Sepertinya Kepala Sekolah saat masih muda dulu juga suka bersenang-senang!" kata Yang Luo sambil tertawa, ia seperti melihat sisi lain dari Yu Zhenxiang. Di zaman sekarang ini, banyak orang tua yang cukup gengsi. Jelas-jelas suka melihat perempuan cantik, eh malah pura-pura tidak suka. Misalnya saja He Fu. Diam-diam melakukan cara-cara tidak pantas yang menghina orang lain. Dibandingkan dengan He Fu, Yu Zhenxiang lebih menyenangkan!

Keduanya berjalan sambil berbicara. Tak terasa mereka sudah menuruni tangga. Saat melihat Yu Zhenxiang akan berjalan ke arah lapangan, Yang Luo langsung merasa penasaran.

"Kita terlalu banyak berbasa-basi ya. Guru Yang, Anda mencari saya kan?" Yu Zhenxiang mengalihkan topik.

Yang Luo juga tidak ingin ikut dengannya ke lapangan. Ia tersenyum, "Benar sekali. Saya berpikir, apakah kepala sekolah sudah yakin bahwa saya punya cara untuk melindungi Qihang?"

Yu Zhenxiang menoleh, melihatnya, lalu tersenyum dengan tulus, "Sejujurnya, saya benar-benar tidak menyangka Anda akan melakukan cara ini, yaitu membuka kelas khusus polisi di sekolah. Meskipun nyali orang tersebut besar, tapi selama waktu-waktu dekat ini, dia pasti tidak akan berani menerobos masuk ke sekolah dan berbuat kejahatan."

Yang Luo melanjutkan, "Kalau begitu, saya tidak berbasa-basi lagi. Kepala Sekolah Yu, masalah keamanan sekolah saya pikir untuk sementara ini tidak masalah, tapi mengenai beberapa guru yang mengundurkan diri, saya juga akan memikirkan cara untuk menarik mereka kembali. Akan tetapi, seandainya saja mereka tidak mau kembali, saya bisa mencarikan Anda beberapa guru baru untuk menggantikan posisi mereka. Bagaimana menurut Anda?"

"Ha? Guru baru yang Anda cari memang seperti apa orangnya? Bagaimana dengan kemampuannya?" Yu Zhenxiang tertarik dengan ide ini. Akhir-akhir ini karena musuh, kemampuan guru-guru di sekolah seakan tenggelam. Kalau ada seorang guru baru yang bergabung di sekolah mereka dengan keahlian tinggi, sekolah tentu saja akan merasa sangat terbantu.

Yang Luo menjawab, "Itu masalah nanti, kita bicarakan masalah yang sekarang saja dulu. Kepala sekolah, saya harap Anda bisa menarik kembali keputusan Anda untuk memecat saya."

Yu Zhenxiang tertawa, "Siapa bilang saya mau memecat Anda?"

Yang Luo tertegun, ia menghentikan langkahnya.

Tapi Yu Zhenxiang sama sekali tidak berhenti. Sambil berjalan ia berkata, "Guru Yang, kalaupun Anda nganggur, jangan dengarkan gosip-gosip yang belum tentu jelas kebenarannya. Fokuslah pada pekerjaan Anda sendiri."