Special Forces Di Metropolitan

Bab 96 Pemain versus Pemain

Bab 96 Pemain versus Pemain

Dua puluh orang itu mendekat. Orang yang memimpin orang-orang muda tersebut mengeluarkan pisau dari sabuknya, dan tanpa berbasa-basi, ia menyerang Yang Luo dengan pisau tersebut.

Yang Luo tidak menghindar. Tangan kirinya terangkat dan menahan pergelangan tangan musuh, lalu mengangkat kakinya dan menendang perut orang tersebut dengan keras. Orang itu terjatuh ke tanah. Saat orang itu berusaha untuk berdiri, Yang Luo menendangnya kembali. Karena perutnya benar-benar terasa sakit, orang itupun tidak mampu berdiri kembali.

Di saat itulah semua orang lain mengelilingi Yang Luo dan Wang Hu seakan bersiap mau mengeroyok keduanya. Saat itu, hari sudah semakin gelap. Dari kejauhan, ada banyak pejalan kaki yang melihat kerumunan itu dan langsung menghampiri mereka untuk melihat apa yang terjadi. Semua kedai the di area tersebut segera tutup. Pintu dan jendela kaca yang transparan dipenuhi orang-orang yang ingin menyaksikan pertempuran tersebut.

Yang Luo mendorong Wang Hu ke samping, sementara dirinya bersiap maju menghabisi orang-orang tersebut. Tepat sekali orang di depannya tidak mundur. Ia mencoba menyerang Yang Luo dengan kedua tangannya. Tapi siapa sangka, Yang Luo sudah tahu gerak-gerik orang ini sehingga saat orang ini melompat untuk menyerangnya, Yang Luo menghindar sekaligus membantai 3 musuh di belakangnya.

Empat orang masing-masing di sebelah kiri kanannya berteriak dan mulai menyerang, baik dengan tinju maupun tendangan mereka. Masing-masing berusaha keras untuk melumpuhkan Yang Luo. Tapi dengan mudahnya Yang Luo menghindar dari semua serangan itu dan memukul wajah seseorang dari mereka. Detik berikutnya, Yang Luo segera menangkap lengan orang tersebut, lalu dengan tubuhnya, ia menahan serangan kaki yang datang dari sebelah kanannya. Dengan kedua serangan yang hebat ini, YangLuo menggabungkannya dan menabrakkannya satu sama lain. Dua orang di sebelah kirinya ia tendang ke arah pohon besar di sebelahnya.

Wang Hu yang ada d belakang didesak oleh empat orang lain ke sisi jalan yang lain. Wang Hu tidak sehebat Yang Luo dalam hal bertarung, dengan cepat iapun terperangkap dalam serangan tersebut.

Setelah mengalahkan 6 orang sekaligus dalam satu gerakan, Yang Luo berpaling melihat keadaan Wang Hu. Iapun berteriak, "Bertarunglah!"

Sementara itu, saat sisi sebelah kirinya sudah longgar, dari sisi sebelah kanannya datang 2 musuh yang menyerang Yang Luo. Dengan sigapnya Yang Luo menendang kedua orang tersebut.

Wang Hu yang telah ditendang sebanyak 5-6 kali ini mengaduh kesakitan. Saat mendengar suara Yang Luo, iapun menggertakkan gigi, dan berteriak, "Aku balas kalian!!"

Wang Hu melepaskan diri dari kerumunan tersebut dan langsung menyerang satu orang yang ada di sebelah kanannya. Tangannya yang satu menahan leher orang tersebut, sementara tangannya yang satu memukul orang tersebut dengan keras.

Orang itu coba melawan, akhirnya keduanya jatuh ke tanah. Ketiga orang lain tidakmembuang-buang waktu, merekapun segera mengelilingi Wang Hu dan menendangnya dengan keras selama beberapa kali. Serangan tersebut diarahkan pada Wang Hu. Tapi setelah menendang selama kira-kira 10x diiringi dengan suara teriakan yang menyakitkan, Wang Hu tiba-tiba bisa berdiri. Iapun menyerang salah seorang dari mereka seperti orang gila.

Orang yang sudah dikalahkan Wang Hu yang terbaring di tanah tidak berdiri. Sambil menutup mata kanannya sambil berteriak, "Aku buta! Aku buta!"

Darah segar mengalir dari sela-sela tangannya. Jelas sekali mata orang itu telah dipukul oleh Wang Hu.

Wang Hu menggunakan jurus lama, yaitu mendekap orang kedua dengan cukup erat dan dengan kekuatannya, ia menjatuhkan orang tersebut ke tanah. Detik berikutnya, Wang Hu segera menghajar wajah orang tersebut secara gila-gilaan, seakan tidak memedulikan kedua orang lain yang sedang menendangnya di samping.

Ini membuat orang yang dihajar oleh Wang Hu itu kelabakan. Ia berusaha melepaskan diri, kepalanya bergerak kesana kemari demi menghindari pukulan dari Wang Hu. Karena tidak berhasil memukul orang tersebut, Wang Hupun makin emosi. Ia mengganti pukulan dengan cakaran dan mulai mencakar wajah orang tersebut dengan kasar. Orang itu berteriak kesakitan. Wang Hu mencakar wajahnya hingga berdarah.

Di tempat lain, Yang Luo telah berhasil melumpuhkan 10 orang. Setiap pukulannya selalu penuh tenaga dan mengarah tepat di sasaran sehingga para lawannya terluka. Para lawannya satu persatu kalah, tidak ada yang berani melawannya balik.