Bab 97 Dua Pilihan

Hanya Wang Hu yang dibopong oleh anak buah Paman Long yang yakin akan kemampuan Yang Luo. Sambil menahan rasa sakitnya, ia berkata, "Huizai, kalau kau tidak berani menerima tantangan itu, setelah ini jangan… jangan muncul lagi di jalanan ini!"

Paman Long spontan menoleh ke arahnya. Setelah yakin bahwa anak ini masih dalam keadaan normal dan bukannya kehilangan akal, iapun kaget.

Barusan Paman Long menunggu Yang Luo untuk makan bersama di restorannya. Siapa sangka hingga waktunya tiba, Yang Luo tidak hanya tidak datang, tapi dengar-dengar Yang Luo pergi ke Jalan Bei. Hati Paman Long tidak tenang. Setelah yakin akan kabar ini, ia memutuskan untuk ke sana sambil membawa orang-orangnya dan menyelamatkan Yang Luo.

Ahui yang sedang berdiri di depannya ini cukup hebat, kemampuannya tidak seperti orang kebanyakan. Ahui terkenal sebagai seorang pemberani di Jalan Bei yang memiliki 13 gang kecil itu. Kalau orang sehebat itu saja bisa disalahkan, apalagi 40 orang biasa lain?

Yang Luo yang sudah biasa mengalahkan musuh seorang diri itu di mata Paman Long sudah tidak diragukan lai kemampuannya. Tapi Paman Long juga tahu akan kesetiaan Wang Hu. Kalau sampai Wang Hu berkata demikian, itu berarti anak muda ini percaya akan dirinya sendiri bahwa ia punya kemampuan untuk menghadapi belasan orang di depannya ini. Tentu saja ini membuat Paman Long kaget.

Meski demikian, Paman Long sudah termasuk berpengalaman. Karena tahu segala sesuatu pasti ada sebabnya, iapun tidak merespon. Ia hanya diam dan mengamati perkembangan selanjutnya.

Kak Hui yang ada di depan mereka juga kaget, tapi juga senang. Yang Luo berani berkata-kata dan menantangnya seperti ini tentu saja merupakan hal yang baik bagnya, meski Kak Hui sama sekali tidak percaya bahwa satu orang saja bisa membereskan 40 orang lain.

Memang Yang Luo pantas untuk membesarkan dirinya,karena waktu itu Ma Qiang kalah telak darinya. Setelah Ma Qiang kembali, Kak Hui pergi menjenguknya ke rumah sakit. Waktu itu, Ma Qiang benar-benar malu. Ma Qiang tidak mau bercerita pada Kak Hui tentang detail peristiwanya. Kak Hui hingga sekarang mengira Yang Luo meminta bantuan orang lain sehingga mendapatkan kemenangan tersebut.

Mendengar tantangan dari Wang Hu, emosi Kak Hui langsung memuncak. Hatinya memutuskan bahwa setelah ia membereskan Yang Luo, maka ia akan menghajar Wang Hu.

Kak Hui berkata dengan kasar, "Oke! Aku terima! Aku ingin tahu atas dasar apa kalian bisa berlagak seperti itu!!"

Yang Luo berpaling, melihat ke arah Paman Long. Paman Long langsung mengerti ini. Ia melambai-lambaikan tangannya dan berkata, "Semuanya, mundur!"

Setelah para preman itu agak mundur ke tempat yang agak jauh, barulah Paman Long mendekati Yang Luo, dan berbisik, "Kak Luo, apa kamu butuh senjata?"

Melihat pemukul besi di tangan Paman Long, Yang Luo tertawa keras, "Menghadapi orang-orang seperti ini tidak butuh senjata apa-apa. Paman Long, Paman tenang saja dan pergilah ke sana untuk melihat adegan yang menarik ini. Masalah disini sudah hampir selesai, aku tidak sabar untuk mencicipi bagaimana rasanya mendapat kemeangan besar!"

Melihat sikap santai yang Luo di depan para musuhnya itu , Paman Long diam-diam merasa kagum. Kalau orang biasa mah, mampu melihat adanya perkelahian di depannya saja sudah lumayan.

Paman Long mengangguk. Tanpa banyak bicara, ia segera kembali ke rekan-rekannya.

Yang Luo kembali mengalihkan pandangannya terhadap pria botak yang ada di depannya. Dengan sikap menantang, ia berkata, "Kemarilah!"