Special Forces Di Metropolitan

Bab 98 Dukungan Paman Long

Bab 98 Dukungan Paman Long

Saat melihat pergulatan itu telah berakhir, Paman Long dari tempat yang agak jauh menghampiri mereka. Saat melihat Yang Luo memaksa Kak Hui untuk mengaku kalah, hati Paman Long jadi bersimpati. Ia ingin mengatakan sesuatu.

"Baiklah!" teriak Yang Luo tiba-tiba sambil melepaskan kakinya, kemudian tertawa keras, "Hebat sekali! Aku, Yang Luo hormat padamu. Kau benar-benar seorang pria sejati."

Respon Yang Luo ini sangat tidak terduga. Semua yang menyaksikan ini ternganga, termasuk Paman Long. Ia tak tahan untuk bertanya, "Kak Luo, kamu… kamu ingin melepaskan dia?"

Yang Luo menjawab, "Toh dia tidak mau minta ampun padaku, jadi ya percuma saja aku memaksa. Palingan aku kembali menjadi cucu."

Paman Long tidak merespon. Meski demikian, hatinya bergejolak. Yang Luo ini tak peduli bila sedang beraksi ataupun sedang marah, dari sikapnya selalu saja diaberbeda dari orang lain, benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan Ma Qiang.

Para preman yang masih bisa berjalan itu segera menghampiri Ko Hui dan membantunya berdiri.

Yang Luo berkata, "Kalau tidak ingin dia mati, jangan bergerak! Segera telepon 120!"

Karena Yang Luolah yang barusan menghajarnya, jadi ia tahu dengan pasti mana bagian yang harus diobati dan mana yang tidak. Kak Hui mengalami luka yang paling berat daripada orang-orang disana. Saat itu tulang Kak Hui serasa patah. Jangankan dibopong, bergerak sedikit saja tubuhnya langsung mengalami pendarahan.

Tepat pada saat itu, dari kejauhan tiba-tiba terdengar sirine polisi. Paman Long menoleh, raut wajahnya langsung berubah, "Ada polisi! Kak Luo, cepat pergi!"

Tanpa perlu diingatkan, Yang Luo memang sudah bersiap untuk pergi. Tapi 5 mobil polisi yang datang jauh lebih cepat. Dalam sekejap mereka sudah berada di dekatnya. Beberapa polisi yng berbadan tegap dan lincah langsung turun dari mobil sambil mengangkat pistol, "Tidak ada yang bergerak!"

Anak buah Ko Hui semuanya bukanlah orang baru dalam hal seperti ini. Begitu menghadapi kondisi seperti ini, mereka semua gelagapan. Dan tentu saja, tidak ada yang mau mendengarkan perintah polisi tersebut. Semuanya langsung menyebar kabur.

Paman Long juga bergidik. Anak buahnya 50 orang seketika juga menghilang. Suasana di Gang Yan tersebut kacau tak terkendali. Ratusan orang berlari mencari tempat perlindungan.

Kira-kira ada 30 polisi yang melompat turun dari mobil. Mereka terus berteriak memberi perintah agar tidak ada yang kabur, tapi bagi mereka yang punya akal sehat, siapalah yang mau berdiam diri disana?!

Yang Luo juga tertegun melihat pemandangan seperti ini. Tiba-tiba terdengar suara Paman Long, "Kak Luo, ke sini!!"

Yang Luopun segera berlari mengikuti Paman Long ke sebuah gang lain dan masuk ke kedai teh yang terbuka.

Saat itu, salah satu polisi wanita yang berada di sebelah mobil polisi tanpa sengaja melihat sosok Yang Luo. Jantungnya langsung berdetak kencang, "Kenapa dia ada disini?"

Saat ingin mengikuti Yang Luo, seorang polisi lain menangkap lengannya dengan dahi berkeringat, "Kapten Qin, bagaimana ini?!"

Polisi wanita ini ternyata adalah Qin Bingbing. Barusan ia mendapat laporan dari seseorang bahwa ada tawuran di Jalan Bei. Qin Bingbingpun segera membawa orang-orangnya kemari. Tidak disangka, selain suasana disana sangat kacau tidak dapat dikendalikan. Semua orang disana berlari menyebar, hanya beberapa diantara mereka yang bisa ditangkap. Setidaknya mereka ini bisa ditanyai tentang apa yang telah terjadi.

Yang Luo mengikuti Paman Long masuk ke kedai teh itu, menuju ke pekarangan belakang, lalu pergi dari sana. Sepanjang perjalanan, mereka berbelok ke kanan ke kiri. Setelah sampai di jalan utama Bei, barulah mereka bernapas lega.