Bab 99 Bertamu

Paman Long tertawa, "Silahkan duduk, Kak Luo. Tapi sayurnya sudah dingin nih. Tunggu 5 menit lagi ya, akan aku panaskan sebentar. Yanyan, temani Kak Luo mengobrol ya."

Begitu gadis yang bernama Yanyan itu mendengar kalimat terakhir, ia langsung kaget dan menjawab, "Yah, aku bantu Ayah saja."

Yanyan segera mengambil sayuran yang ada di meja sebelahnya.

Paman Long garuk-garuk kepala, heran dengan sikap putrinya ini, "Putriku itu tidak suka mengobrol dengan orang lain. Kak Luo, kamu jangan tersinggung ya."

Yang Luo tentu saja tidak tersinggung, ia sudah keburu memberikan penilaian terhadap Wang Hu, "Wang Hu benar-benar pandai memilih cewek!"

Gadis itu meskipun masih kecil, tapi wajahnya memang sangat cantik dan lembut seperti gadis Xiang Hu asli. Beberapa tahun lagi saat ia dewasa, pasti ia akan menjadi wanita dewasa yang cantik seperti Lin Yue dan Qin Bingbing.

Saat Paman Long sibuk memanaskan sayur, Yang Luo memperhatikan barang-barang di meja sebelahnya. Ternyata barusan gadis itu sedang mengerjakan pekerjaan rumah. Buku Bahasa Inggris di meja sebelah terisi penuh catatan. Sepertinya gadis ini seorang yang rajin di sekolahnya.

Saat Yang Luo sedang melihat-lihat buku tersebut, terdengar suara di sebelahnya, "Ja… jangan dilihat!"

Sebuah tangan kecil segera muncul dan mengambil buku tersebut.

Yang Luo terperangah, iapun menoleh. Shen Yan sedang memeluk buku itu dan berlari pergi ke dalam rumah. Yang Luo tidak tahan untuk tersenyum.

‘Gadis itu pemalu juga ya."

Tak lama, masakanpun selesai dipanaskan. Mereka bertiga duduk mengelilingi meja kecil berbentuk persegi itu. Yang Luo ikut duduk di sebelah Paman Long. Ia belum menyentuh sumpitnya, tapi Paman Long sudah menuangkannya bir.

"Kak Luo, mari bersulang. Terima kasih waktu itu kamu sudah menyelamatkan Yanyan."

Yang Luo melihat Paman Long meminum bir di gelasnya hingga habis. Dengan heran ia berkata, "Paman Long hari ini tidak minum bir putih?"

Paman Long yang masih minum itu langsung tersedak. Gadis yang duduk di sebelahnya segera menepuk-nepuk punggungnya, "Yah, pelan-pelan minumnya. Ayah tidak kenapa-napa?"

Suara gadis itu tidak seperti suaranya saat bicara dengan Yang Luo tadi. Meski tidak keras, tapi telinga manusia dapat mendengar ini, tidak sekecil tadi.

Paman Long terbatuk-batuk beberapa kali. Setelah pulih, ia tersenyum kecut, "Kak Luo, kamu lihat sendiri kan? Jangan pernah sekalipun mengatakan bir putih di depanku lain kali. Aku sudah tobat"

Yang Luo teringat betapa mabuknya Paman Long waktu itu, iapun tertawa.

Shen Yan yang duduk di depannya persis diam-diam memperhatikan senyum Yang Luo yang cerah ini. Di matanya, Yang Luo terlihat sangat tampan waktu itu. Hatinya berdegup kencang. Ia segera menunduk kembali. Wajahnya bersemu merah.

Saat itu, Paman Long juga menuangkan bir untuk putrinya, lalu berkata, "Anak baik, ajak Kak Luo untuk bersulang."