Bab 100 Pertarungan

Li Jian berkata dengan wajah muram, "Kalau kalian ingin berkelahi di komplek kalian, aku tidak peduli! Tapi kalau kalian berani macam-macam ditempat ini, kalian harus berurusan denganku!"

Sebelum pria punk itu menjawab, wanita tadi sudah berkata, "Kau cuma satpam kecil! Laosi, jangan takut padanya! Hajar saja dia!!"

Meski istrinya begitu berapi-api, pria di sebelahnya tidak mengatakan apapun.

Belum sempat Li Jian merespon, seorang satpam muda dibelakangnya tidak tahan. Iapun berkata dengan penuh amarah, "Memangnya kenapa dengan profesi kamu? Awas saja kalau kau berani merendahkan kami lagi!"

Tapi wanita itu hanya menatapnya dengan sinis, lalu dengan angkuh kembali mengucapkan kalimat yang sama dengan lambat dan penuh penekanan, "Aku bilang, kau hanyalah satpam kecil yang tidak ada apa-apanya!"

"Kurang ajar!" Satpam muda itu murka. Ingin rasanya ia maju dan menghajar wanita itu, tapi Li Jian menahannya, "Tenanglah."

"Kapten! Nenek tua ini sudah menghina kita!!" kata satpam muda itu dengan muka merah, tapi ia tidak berani melangkah tanpa persetujuan Li Jian.

Li Jian juga emosimendengar ini, tapi ia sudah bertahun-tahun menjadi satpam, jadi tentu saja ombak badai seperti apapun pernah ia lalui. Dengan tenang, ia berkata, "Baru dihina dua kali saja kamu tidak tahan, bagaimana bisa kamu jadi satpam?!"

"Siapa bilang satpam boleh dihina seperti itu?" Yang Luo menyahut. Ia sangat tidak suka pada wanita yang angkuh dan menganggap dirinya hebat seperti ini. Kalau tidak, tentu saja ia tidak akan menghajar wanita itu dan suaminya.

Dingzi yang ada di belakang Li Jian menyahut, "Benar sekali! Satpam juga manusia, tidak pantas untuk dihina!"

"Kapten, biarkan aku memberi pelajaran pada wanita itu!" kata Xiaoguang sambil mengepalkan tinjunya, bersiap untuk menyerang.

Li Jian kaget mendengar semua respon ini, ia langsung berkata, "Siapapun tidak ada yang boleh bergerak, atau kalian ku pecat!"

Begitu mendengar ini, beberapa satpam muda tadi langsung tenang kembali.

Wanita itu mengejek, "Benar-benar tidak berguna! Cih! Memalukan!"

Mendengar ini, Li Jianjuga emosi. Perempuan ini benar-benar keterlaluan! Dia juga licik, tidak henti-hentinya menghina musuh hingga musuh marah dan menghajarnya. Lalu setelah itu, ia akan mengadukan musuh bahwa musuhlah yang pertama menyerangnya. Benar-benar licik!

Beberapa satpam yang sebaya dan bahkan jauh lebih tua dari Li Jian awalnya tidak bersuara, tapi saat itu, merekapun buka suara, "Kapten!"

Masing-masing mereka mengepalkan tinju, menunggu perintah dari Li Jian. Begitu perintah keluar, maka mereka akan menyerang. Orang lain tidak perlu dipikirkan. Yang penting perempuan itu!

Pria punk di depan mereka terperangah melihat ini. Hatinya mulai takut. Ia terus melihat ke arah Li Jian. Sekali Li Jian bersuara, maka dirinya akan maju duluan dan menghajar mereka.

Di tengah-tengah suasana tegang tersebut, tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang, "Apa yang kalian semua lakukan? Pergi dari ini!!"