Special Forces Di Metropolitan

Bab 101 Wanita Gila Yang Seperti Iblis?

Bab 101 Wanita Gila Yang Seperti Iblis?

Di saat Li Jian memimpin para sekuriti untuk beradu dengan para preman, Qin Bingbing sudah menelepon kantor cabang yang bertugas. Tidak sampai 10 menit, datang 2 mobil polisi dengan membawa polisi sejumlah 6 – 7 orang, mereka langsung bergabung dengan Li Jian dan lainnya untuk membekuk para preman itu.

Ketika keadaan kondusif, Qin Bingbing baru teringat dengan Yang Luo, kenapa tidak kelihatan Yang Luo? Dia pun menyerahkan urusan di sini kepada bawahan, kemudian dia sendiri segera kembali ke rumah.

Dia memiliki pertanyaan besar, jika tidak dicari tahu, malam ini pasti tidak bisa tidur.

Saat ini, Yang Luo baru selesai mandi, badan bagian bawah hanya dibalut dengan handuk, bagian badan atas yang berotot dalam keadaan telanjang. Begitu melihat Qin Bingbing yang datang dengan bergebu-gebu, dia terkaget dan langsung mengerat handuk di pinggang, "Kamu... kamu jangan mendekat! Kalau mendekat lagi, aku akan teriak hidung belang."

"Hidung kepalamu!" Qin Bingbing yang setelah mendekat ke dia baru sadar, wajahnya memerah, "Aku mau tanya kamu, malam ini kamu ke mana?"

"Kamu mengurus aku! Aneh sekali, pacar aku saja tidak urus, kenapa kamu panik?" Yang Lup tidak berencana untuk jujur kepadanya.

"Tentu saja aku harus mengurus kamu! Kamu diduga ikut dalam tawuran. Cepat bertanggung jawab, kalau tidak akan ada akibatanya," Qin Bingbing membentak. Sebenarnya dia hanya melihat sekilas, dia tidak berani yakin kalau orang itu adalah Yang Luo, tidak punya bukti, dan para preman kecil itu seperti sudah bersekongkol, tidak ada yang mengaku, sehingga tidak bisa menetapkan kesalahan Yang Luo.

"Tawuran? Aku memang sering ikut, misalnya tadi di depan kompleks," Yang Luo terkaget, karena dia tidak menyangka bahwa di dalam rombongan polisi yang datang ke Jalan Raya Bei juga ada wanita ini, tetapi dia merespon dengan cepat, dan langsung bercanda, "Membantu polisi menangankan kasus tidak termasuk pelanggaran hukum kan?"

Qin Bingbing sudah menduga, sehingga dia terlihat seperti serba tahu, "Tidak usah berpura-pura! Malam jam 8.20, kamu bertawuran di Jalan Raya Bei, aku sudah tahu."

Yang Luo terkaget, "Apa? Aku bertawuran di Jalan Raya Bei? Perwira Qin, apakah kepalamu baru dihajar? Gegar otak ya? Ini bukan penyakita kecil, segera telepon 120, jangan sampai tidak bisa tertolong lagi."

"Kamu yang gegar otak!" Qin Bingbing menunjuk Yang Luo, "Aku ada saksi."

"Membuktikan aku tawuran? Aku juga bisa mencari saksi untuk membuktikan aku tidak tawuran," Yang Luo tidak mau kalah. Tawuran bukan masalah besar, tetapi dia tidak mau melibatkan Paman Long, "Aku sudah paham, Qin Bingbing, kamu masih ingat masalah aku yang menangkap dadamu, makanya kamu berusaha memasukkan aku ke kantor polisi. Kamu memang petugas yang baik."

Wajah Qin Bingbing semakin merah, karena merasa malu dan merasa kesal. Begitu diungkit Yang Luo, dia langsung teringat dengan pertemuan pertama mereka, emosinya pun semakin tinggi, rupanya bocah ini sudah mendapat keuntungan masih tidak berhenti.

Yang Luo mengira masalah ini sudah lewat ketika melihat Qin Bingbing tidak berbicara lagi, kemudian dia jalan ke kamarnya, sambil jalan sambil berkata, "Orang galak memang ada, tetapi tidak pernah melihat yang segalak ini! Memang tidak beruntung, malam-malam masih difitnah..."