Special Forces Di Metropolitan

Bab 102 Satu Ciuman Wangi Sudah Cukup

Bab 102 Satu Ciuman Wangi Sudah Cukup

Yang Luo cemberut, "Manja!" ketika Qin Bingbing ingin berdiri, ternyata tidak bisa stabil, dia pun menggeleng kepala, "Aku jadi orang baik lagi saja," kemudian membungkukkan badan, menjulurkan tangan, Qin Bingbing pun sudah digendong.

Qin Bingbing terkaget, "Apa yang kamu lakukan!"

Yang Luo mendengus, "Gendong kamu ke kamar, tidak usah kaget, bukan pertama kali."

Qin Bingbing tidak menjawab, tetapi pipinya sudah mengembung marah. Memang benar, sebelumnya dia pernah tertidur di sofa, Yang Luo yang menggendong dia ke kamar. Setelah masuk kamar Qin Bingbing, Yang Luo pun meletakkan dia ke ranjang, lalu menyalakan lampu, dengan penasaran dan melihat sekitar, "Ini adalah kamar Perwira Qin kita? Omong-omong, aku juga belum pernah memperhatikan dengan seksama."

Qin Bingbing berkata dengan dingin, "Cukup! Preman Yang bukan pertama kali masuk kamar aku."

Yang Luo pun tertawa, "Sebelumnya tidak melihat dengan jelas, rupanya..." sambil mengambil boneka beruang di samping meja, "Perwira Qin kita yang hebat adalah gadis kecil juga."

"Preman tengik! Keluar kau!" Qin Bingbing pun marah ketika mendengar dia menyindir.

Yang Luo menggerakkan pundak, lalu keluar, sekalian menutup pintu.

Perasaan Qin Bingbing pun menjadi komplikasi ketika melihat luka gigi di pundak Yang Luo, tidak tahu rasa malu atau marah, atau perasaan yang lain.

Omong-omong, kenapa pundak orang itu keras sekali? sampai gigi pun sakit.

Di tempat lain, Yang Luo yang kembali ke kamarnya sendiri pun sudah melepaskan semua kejadian tadi. Begitu teringat Wang Hu, dia pun sedikit khawatir. Tetapi sebelum pergi, Paman Long bilang akan mengurus masalah Wang Hu, seharusnya tidak ada masalah besar.

Malam berlalu, pada hari kedua di pagi hari, Yang Luo keluar olahraga pagi seperti biasa, begitu sampai depan pintu kompleks, ada Dingzi juga, kemudian Dingzi menyusul juga, lalu berkata dengan semangat, "Kak Luo, perkelahian semalam puas sekali."

Yang Luo tertawa, "Apa enaknya berkelahi?"

"Feng Qiuyan itu, aku tabok wajahnya, kamu tidak melihat dia yang berteriak-teriak menangis itu!" Dingzi bercerita dengan bergebu-gebu. Semalam, wanita cantik Feng Qiuyan itu sudah menjadi musuh bagi para sekuriti di kompleks Tiangongdian.

"Orang seperti itu memang harus dididik," Yang Luo selalu tidak setuju memukul wanita, tetapi terhadap orang-orang yang tidak berhak menjadi "manusia", dia tidak akan segan untuk memberikan tonjokan. Terhadap pria-pria yang suka bilang pria sejati tidak memukul wanita dan anak-anak, Yang Luo merasa mereka sangat munafik. Harus memukul dan memukul ada 2 hal yang berbeda, tetapi selalu ada orang yang suka menyatukan kedua hal itu, memang lelucon!

"Kemudian kami bantu para rekan polisi untuk mengantarkannya ke kantor polisi, kapolres mereka masih memberikan pujian," ucap Dingzi lebih semangat lagi. Bagi dia, beramal adalah hal yang menyenangkan, ketika dipuji kapolres, dia pun semakin senang.

Yang Luo mengerutkan alis, karena dia tidak berkesan baik pada kapolres dari Polres Kawasan Utara, Ke Zhendong. Walaupun tidak pernah bertemu, tetapi kasus pembebasan He Fu tanpa bersalah adalah ulah dari orang ini setelah mendapat perintah dari atasan tanpa melakukan pertimbangan dengan benar.

"Kakak Luo, aku sangat semangat hari ini, apakah kita lanjut?" Dingzi sangat bersemangat.

Yang Luo melihat ke depan, di depan sana ada jembatan, tidak terlalu jauh, lalu tertawa, "Baik!"