Special Forces Di Metropolitan

Bab 108 Aku Serahkan Anak Buahku Padamu

Bab 108 Aku Serahkan Anak Buahku Padamu

Yang Luo berkata dengan penasaran, "Paman Long sangat paham dengan keberadaannya?"

"Mata kamu memang tajam!" Paman Long menghabiskan teh di gelas, lalu mengelap bibir dengan handuk, "Aku cari makan dari dia, kalau tidak punya cara tersendiri, apakah berani melawan dia? Jujur saja, jika aku mau, dia masuk di toilet mana saja aku juga bisa tahu."

"Hebat!" ucap Yang Luo dengan tulus.

"Demi mencari nafkah, tidak hebat! Kemampuanku hanya mampun membuat aku hidup aman di salah satu sudut, tidak akan berkembang pesat," Paman Long menghela nafas, "Saat aku baru mulai tampil, aku juga bergebu-gebu, ingin menciptakan prestasi gemilang. Tetapi setelah banyak tahun berlalu, aku pun sudah sadar diri, aku tidak akan mampu berprestasi lagi, hatiku pun mati dengan perlahan. Tetapi hatiku mati tidak berarti hati anak buahku juga ikut mati. Bocah-bocah ini lebih suka berimajinasi daripada aku, setiap hari memikirkan ingin sukses. Terkadang aku melihat mereka, aku akan merasa aku sangat tidak berguna, tidak mampu memimpin mereka hingga menciptakan prestasi."

Yang Luo tidak menjawab, melainkan ambil kendi di meja untuk mengisi mangkok teh Paman Long yang sudah kosong.

"Jujur saja, aku tidak pernah berlagak seperti seorang bos adalah demi ini. Kakak Luo, aku tidak takut kamu tertawa. Sebelumnya, aku, Shen Long, selalu mengira aku adalah seorang tokoh, makanya tidak mau menjadi pengikut bos-bos itu. Tetapi setelah berpikir-pikir, ditambah sudah berusia, aku pun tidak sesemangat dulu lagi," Paman Long menghela nafas, "Sekarang juga sudah ada Yanyan, aku tidak ingin sok hebat lagi, aku hanya ingin hidup dengan aman, masukkan anak perempuanku ini ke universitas, jadi orang biasa saja, aku pun sudah senang."

Yang Luo mengangguk paham.

Setelah helaan Paman Long berlalu, matanya pun bersinar, lalu menatap ke mata Yang Luo, "Tetapi aku sudah tidak berguna, tidak boleh merugikan anak buahku. Kakak Luo, aku juga tidak panjang lebar lagi, aku hanya menunggu jawaban kamu, jika aku serahkan anak buahku padamu, apakah kamu akan senasib sepenanggungan dengan mereka?"

Yang Luo membalas tatapan itu tanpa mengedipkan mata, lalu menggeleng kepala.

Paman Long terkaget.

Yang Luo melihat para pelanggan di sekitar, lalu berkata dengan pelan, "Paman Long, aku tidak mau anak buahmu, aku hanya mau kamu."

Paman Long semakin terkagok, "Tetapi aku..."

"Tidak berguna? Itu adalah kata kentut! Iya, kamu memang lebih tua beberapa tahun daripada kami. Jika hanya mengandalkan perkelahian, memang tidak selincah anak muda, tetapi jika hanya tahu berkelahi, aku juga tidak akan sukses. Jangankan mau sukses di Kota Jiang, mungkin di Jalan Raya Bei saja juga berat," Yang Luo mulai mengeluarkan isi hati, "Aku sudah masukkan kaki aku, targetku tidak mungkin hanya Ma Qiang saja. Jalan Raya Bei hanyalah titik awal, ke depannya adalah seluruh Kawasan Utara, kemudian seluruh Kota Jiang, itulah target aku."

Mata Paman Long terbuka semakin lebar.

"Tetapi jika tidak ada Paman Long, aku bahkan tidak bisa menguasakan Jalan Raya Bei. Paman Long, au berharap kamu bisa membantu aku mewujudkan target-target ini," Yang Luo berkata dengan suara berat, "Walaupun aku menerima orang-orang kamu, tetap saja tidak ada masa depan. Lebih baik tinggalkan pikiran ini, langsung pergi dari Kota Jiang saja."

Paman Long menghembus nafas panjang, "Apakah kamu serius?"

Yang Luo melihat dia dengan tegas, tetapi tidak menjawab.

Paman Long baru paham, "Baik! Atas pengungkapan kamu ini, aku, Shen Long, menjadi pengikut kamu."

Yang Luo mengangkat tangan kanan, "Aku, Yang Luo, bersumpah bahwa mulai hari ini, aku dan Shen Long adalah saudara, senasib sepenanggungan, aku tidak akan merugikan dia."

Paman Long menepuk meja, lalu berteriak, "Baik!"