Bab 109 Gadis Nakal

Yang Luo melihat ke sana, terlihat seorang siswa lelaki yang tinggi kurus jalan ke arah mereka. Rambut yang dipotong pendek rata, seragam sekolah digantung di pundak, bagian atasnya hanya memakai rompi berwarna hitam, gayanya sangat mirip dengan gaya preman.

Gadis itu langsung berteriak ketika melihat orang itu datang, "Kebetulan kamu datang sini, beri pelajaran kepada orang ini!" jarinya menunjuk Yang Luo, wajah cantiknya pun berekspresi emosi.

Ekspresi Paman Long berubah, lalu menarik Yang Luo dan berkata pelan, "Jangan berantam!"

"Kenapa? Setelah menindas orang langsung mau kabur?" siswa tinggi kurus itu mendekat dengan cepat, kemudian langsung menarik kerah baju Yang Luo.

Yang Luo emosi, lalu menunjuk bajunya.

"Apa maksudmu?" siswa itu agak bingung dengan apa yang ditunjuk.

"Dari seragam wushu ini, seharusnya kamu paham," Yang Luo berkata dengan pelan, "Lepaskan ceker kamu, kalau tidak..."

"Kalau tidak bagaimana? Kamu berani melawan?" gadis itu membentak, "Zheng Yuan, pukul dia!"

Siswa yang bernama Zheng Yuan itu langsung menarik Yang Luo, tetapi sama sekali tidak bisa bergerak. Setelah ditarik beberapa kali, tetap saja tidak bergerak. Dia pun dari malu menjadi marah, kedua tangannya menarik kerah baju Yang Luo dan berteriak, "Sini kamu!"

Yang Luo masih tidak bergerak.

Gadis itu berkata dengan kesal, "Kamu belum makan ya?"

Wajah Zheng Yuan menjadi merah, dia sudah mengeluarkan segenap tenaganya untuk menarik, tetapi tidak ada hasil.

Yang Luo merasa sudah cukup dengan permainan ini, tangan kirinya diangkat, kemudian melakukan pemotongan di pergelangan tangan lawan, "Pulang makan dulu, supaya ada tenaga."

Zheng Yuan merasa pergelangan tangannya menjadi kesemutan, kemudian melepaskan tangan. Karena dia sedang menarik dengan sekuat tenaga, sehingga begitu tangannya lepas, dia langsung terjatuh ke lantai dengan kuat.

Shen Yan yang di samping pun lepas tawa.

Gadis itu marah sampai menghentakkan kaki, "Tidak berguna! Jangan muncul di hadapan aku lagi."

Zheng Yuan berdiri dengan muka merah, lalu berteriak, "Kurang hajar!" lalu menyerang ke arah Yang Luo. Sebenarnya Yang Luo hanya ingin bermain, tetapi begitu melihat orang ini bercakap kotor, emosinya pun naik, kakinya diayunkan.

Zheng Yuan yang masih di angkasa hanya merasakan tendangan lawan di dadanya, gaya menyerang pun menjadi terjatuh ke belakang, setelah terbang 2 – 3 meter, dia baru mendarat.

Semua orang terkagok.

Yang Luo menarik kakinya dengan keren tanpa menghiraukan Zheng Yuan, lalu berkata pada gadis itu dengan dingin, "Jika aku melihat kamu menindas Shen Yan, kamu akan seperti dia," lalu pergi.