Special Forces Di Metropolitan

Bab 110 Membunuh Orang Untuk Menutup Mulut

Bab 110 Membunuh Orang Untuk Menutup Mulut

"Ada bukti?" Yang Luo tidak yakin dengan strategi lawan, karena orang ini terlalu terus terang, apakah tidak takut membuat orang waspada? Apakah tidak takut membuat orang menjadi tidak suka dengan polisi? Apakah tidak takut membuat orang tidak mau kerja sama dengan polisi?

"Kalau ada bukti, kamu sudah berada di ruang interogasi kantor polisi, bukan berbicara santai di sini," Feng Chen benar-benar terus terang."

"Tentu saja tidak ada bukti, karena aku tidak menutup," Yang Luo masih tersenyum, tetapi hatinya sudah tertawa. Karena orang ini sudah menggunakan jurus ajaib ini terus, dia pun merasa harus bekerja sama.

Feng Chen selalu memperhatikan mimik Yang Luo, tetapi tidak menemukan apapun, alisnya pun mengerut.

Dia selalu berterus terang, tujuannya adalah menangkap kelemahan Yang Luo. Tetapi sampai saat ini, jurus ini tidak membuahkan hasil. Apakah orang ini memang tidak berbohong?

Feng Chen berkata lagi, "Ada kabar yang harus aku kasih tahu padamu. Penembak yang ditangkap kamu sudah mengaku, dia sudah memberikan posisi Wang Tian. Di dini hari, kami sudah menggerakkan anggota untuk melakukan penangkapan, tetapi tidak menemukannya."

Yang Luo berkata dengan heran, "Siapa Wang Tian?"

Feng Chen pun terlihat kecewa, "Baguslah kalau tidak tahu. Malam ini sudah mengganggu, sampai jumpa."

"Tunggu!" Yang Luo merasa harus menyerang, "Aku ingin bertanya, sampai kapan pengawasan terhadap aku akan berakhir?"

Feng Chen menjawab tanpa ekspresi, "Tujuan mengawas kamu adalah untuk memberikan perlindungan. Mungkin Tuan Yang masih belum jelas, kamu sudah menyinggung orang mafia, keadaan kamu sangat bahaya. Kami sebagai pihak kepolisian wajib memberikan perlindungan. Jadi, sebelum menangkap pelaku kejahatan, aku akan menyuruh orang menjaga kamu, tetapi tidak akan mengganggu pekerjaan sehari-hari kamu, tidak usah khawatir," usai berkata, dia langsung pergi, tanpa memberikan kesempatan kepada Yang Luo untuk berbicara.

Yang Luo pun balik ke kompleks.

Jawaban Feng Chen masih dalam dugaannya, sepertinya dia harus keluar masuk Qihang dengan diam-diam selama beberapa waktu ini.

Setelah bersapa dengan sekuriti, Yang Luo masuk pintu utama, tetapi dia langsung merasa aneh ketika melihat Qin Bingbing yang berada tidak jauh, "Buat apa kamu di sini?"

Qin Bingbing yang berpakaian olahraga mendengus, "Sebagai polisi keamanan, aku wajib menjamin bahwa malam ini tidak akan terjadi tawuran preman lagi, apakah patroli ada salah?"

Yang Luo langsung menjawab, "Tidak masalah. Lanjut patroli, aku balik dulu!" kemudian langsung pergi. ternyata Qin Bingbing langsung menyusul, dan bertanya, "Kamu buat masalah lagi? Kenapa bisa sampai mengaitkan polisi reskrim dari pusat?"

Yang Luo sudah menebak bahwa orang ini pasti sudah melihat percakapan dia dengan Feng Chen, lalu melemparkan jawaban yang sudah dia siapkan, "Kalau mau tahu, tanya dia saja."

"Kamu!" Qin Bingbing menjadi marah. Orang ini selalu membuat dia marah.