Special Forces Di Metropolitan

Bab 112 Alibi Tidak Di Lokasi

Bab 112 Alibi Tidak Di Lokasi

"Serius?" Qin Bingbing menjadi semangat, emosinya pun menghilang.

"Tentu saja! Aku, Yang Luo, adalah orang yang tulus dan jujur!" Yang Luo mencemberutkan bibirnya, sebagai tanda tidak senang dengan rasa tidak percaya dari Qin Bingbing, "Aku memang tidak tahu apa yang mereka cari, tetapi tebakan aku adalah pasti berhubungan dengan pasien yang hari itu aku tolong."

"Kamu memang tidak tahu?" Qin Bingbing bertanya lagi, sebenarnya dia sudah mulai percaya. Masalah Wu Qingyue mau dibunuh secara diam-diam oleh Wang Tian, dia pun sudah tahu sebagian, dan dia merasa jawaban Yang Luo ini tidak masalah.

"Ok! Kalau tidak percaya ya jangan tanya. Seperti ada yang mau cerita saja," Yang Luo terlihat marah.

"Hem! Mulut kamu bisa menampung kereta api, kalau aku percaya padamu, aku adalah orang bodoh." Walaupun mulutnya berkata demikian, tetapi hatinya sudah percaya.

Yang Luo memperhatikan mimiknya, lalu berkata, "Apakah kamu mengkhawatirkan aku?"

Qin Bingbing terkaget.

Kalau Yang Luo tidak tanya, dia tidak pernah memikirkan masalah ini. Begitu melihat kamar Yang Luo diperiksa, dia juga tidak tahu kenapa bisa panik, emosinya bahkan sudah lebih dari melihat pandangan genit mereka, makanya dia mengusir polisi-polisi itu.

Atau sebenarnya dia selalu merasa khawatir, takut akan terjadi sesuatu pada Yang Luo?

Begitu ada pikiran ini, jantung Qin Bingbing pun berdetak kencang, dan langsung berdiri, "Tidak mungkin!"

Yang Luo terkaget karena tidak menyangka dengan respon Qin Bingbing.

Setelah menceplos, pipi Qin Binging pun memerah, kemudian melemparkan bantal sofa ke kepala Yang Luo. Dia melancarkan langkahnya dengan cepat untuk balik ke kamarnya dan membanting pintu.

Yang Luo menghindar bantal itu, lalu geleng kepala.

Qin Bingbing menjadi kasihan dengan pintunya, karena dibanting setiap hari.

Qin Bingbing tiarap di ranjang, kemudian menyembunyikan wajahnya ke dalam bantal, pikirannya sangat kacau.

Seharusnya dia tidak mungkin mengkhawatirkan preman ini, tetapi perasaan tadi sudah di luar kendalinya, lubuk hatinya ingin menolong dia.

Apa yang terjadi?

"Dasar Yang Luo!" Qin Bingbing cemooh dalam bantal, kemudian menarik bantal untuk menutup kepala.

Tidur! Jangan pikirkan dia!

Pagi sebelum jam 7, bel pintu berbunyi lagi.

Feng Chen datang dengan surat perintah, pemeriksaan berjalan dari jam 7 sampai jam 8, bahkan kamar Qin Bingbing pun diperiksa, semuanya dibolak-balikkan.