Special Forces Di Metropolitan

Bab 114 Mimpi Pun Marah Padanya

Bab 114 Mimpi Pun Marah Padanya

Yang Luo terkaget, dia tidak tahu pintu itu cukup kuat atau tidak, tetapi kedap suaranya biasa-biasa saja, makanya Lin Yue bisa mendengar suara mereka ribut. Karena panik, dia pun memeluk Qin Bingbing, lalu menggendong Qin Bingbing masuk ke kamar, dan menutup pintu dengan menendang. Dia ingin melemparkan Qin Bingbing ke atas ranjang, tetapi begitu mau dilepas, Qin Bingbing terkaget dan merangkul leher Yang Luo, Yang Luo pun ikut terjatuh ke ranjang.

Phum!

Pria di atas menimpa wanita di bawah.

Yang Luo tidak sempat merasakan kelembutan badan tersebut, kedua tangannya langsung menahan di ranjang, supaya badan mereka tidak saling menempel. Yang Luo segera berkata, "Perwira Qin aku, Kakak Qin, eh tidak, Nenek Qin, aku menyerah, boleh tidak? Jangan menangis lagi! Lepaskan aku dulu."

Qin Bingbing tidak bermaksud untuk memeluknya, tetapi begitu mendengar ucapan Yang Luo, emosinya membuat tangan dia yang 1 lagi merangkul lehernya lagi, sambil menangis, "Preman... preman busuk! Aku... aku tidak mau lepas."

Yang Luo merasa pelukan wanita ini semakin erat, hatinya pun menjadi panik. Lin Yue hanya sekitar 10 meter dari mereka, jika kelihatan Lin Yue... dia tidak berani berpikir lagi, lalu berkata dengan cemberut, "Iya, iya. Aku preman, preman besar! Tolong, Nenekku, tolong lepaskan aku! Aku adalah preman yang kasihan, aku... aku berlutut padamu."

Qin Bingbing membuka mata yang sedang menangis, lalu marah, "Bohong! Kamu tidak berlutut."

Yang Luo tidak tahu harus menangis atau tertawa, ketika ingin mengatakan sesuatu, terdengar suara pintu bergerak, suara Lin Yue pun semakin dekat, "Yang Luo? Bingbing? Kalian di mana?"

Yang Luo langsung menjadi kaku.

Lin Yue sudah masuk.

Jika keluar di saat ini, pasti tidak bisa dijelaskan lagi.

Qin Bingbing sedang menangis, suasana hatinya juga mulai stabil. Begitu mendengar suara Lin Yue, baru melihat kondisi dia dengan Yang Luo, dia juga terkaget. Ketika mau mendorong orang ini, pikirannya pun mendapat ide, "Kamu kasih tahu jawabannya, aku bantu kamu lewatkan masalah ini."

Yang Luo tidak menyangka bahwa wanita ini akan punya cara. Ketika menunduk dan mau berbicara, dia pun membatu.

Qin Bingbing juga menjadi kaku, mulutnya tidak bisa mengeluarkan kata-kata.

Hati Yang Luo sedang kacau, sampai lupa bahwa jarak mereka berdua sangat dekat, begitu menunduk, bibirnya langsung menempel dengan bibir yang lunak ini.

"Yang Luo? Kalian di kamar?" suara Lin Yue mengarah ke kamar Yang Luo.

Mereka berdau terkaget. Yang Luo langsung angkat kepala, pinggangnya langsung mengeluarkan tenaga untuk melepaskand iri. Tetapi Qin Bingbing merangkul lehernya dengan erat, sampai ikut berdiri. Dalam keadaan yang kacau ini, bibir mereka saling menempel lagi.

Mereka berdua sama-sama memalingkan kepala.

"Cepat lepaskan aku!" Yang Luo sudah sampai berkeringatan, dia tidak sempat merasakan momen yang menggoda ini lagi.

"Kalau tidak janji, aku tidak mau lepas!" wajah Qin Bingbing merah, tetapi dia tidak mau melepaskan kesempatan baik ini. Dia baru sadar bahwa, terhadap bocah ini, harus pakai jurus ultima.

"Bingbing? Yang Luo?" suara Lin Yue semakin dekat ke kamar ini.

"Iya, semuanya iya! Cepat katakan, apa caramu?" Yang Luo sudah seperti semut yang di atas kuali panas.

"Kamu sendiri yang bilang! Jika kamu berani berubah pikiran, aku sudah siap berkorban!" Qin Bingbing memperingatkan dia dulu baru melepaskan tangan dan turun dari ranjang.