Special Forces Di Metropolitan

Bab 118 Pedang Pusaka Untuk Pahlawan

Bab 118 Pedang Pusaka Untuk Pahlawan

Setelah tiba di rumah makan bersama A Qiang, Yang Luo merasa sepanjang perjalanan ini masih seperti biasa, bahkan rumah makan masih berjalan, Yang Luo pun menyalut dalam hati.

Pertempuran hari ini, Ma Qiang sudah melakukan persiapan penuh, dan pasti suah suruh orang mengawas keadaan di area pekumuhan ini. Jika Paman Long mengunci area ini demi kelancaran pribadinya, maka akan membuat Ma Qiang menjadi waspada. Hanya dengan membuat semuanya seperti semulan, kewaspadaan Ma Qiang baru akan menurun.

A Qiang membawa Yang Luo ke area sekitar rumah makan, tetapi tidak langsung masuk. Kemudian belok ke gang yang gelap, masuk ke ruangan kecil melalui pintu kecil.

A Qiang meminta Yang Luo menunggu, "Paman Long bilang takut terlalu ramai, sehingga kabar kedatangan Kakak Luo akan disampaikan ke telinga Ma Qiang, jadi kamu dipersilahkan tunggu di sini dulu, dia akan segera datang.

Yang Luo mengangguk, lalu melihat sekitar. Ruangan ini sangat sederhana, serba kosong. Di dekat dinding ada tangga kuno yang terbuat dari kayu. Dia pun naik ke tangga, tetapi gelap gulit.

Setelah A Qiang pergi, tidak lama kemudian, Paman Long masuk dengan tangan berminyak dan masih memakai celemek, dengan tertawa, "Lihat penampilan aku ini, Ma Qiang tidak akan curiga."

Yang Luo malah tertawa, "Kalau gitu harus lihat Ma Qiang sempat datang rumah makan lihat kamu atau tidak. Mungkin saja dia tidak akan datang, tetapi suruh anak buahnya saja."

"Tenang saja, hari ini, Ma Qiang pasti ingin menbangun wibawanya kembali, tidak mungkin tidak datang," ucap Paman Long sambil jalan ke atas tangga, "Bicara di atas saja."

Tangga kayu mengeluarkan suara yang berisik. Paman Long membuka pintu, Yang Luo baru sadar bahwa ini hanya sekatan, di sekitarnya terdapat berbagai macam karung yang tergeletak berantakan, bahkan banyak yang kosong, tetapi juga ada yang berisi, hanya saja tidak tahu isinya apa. Tumpukannya sangat tinggi, bahkan ada aroma wanita yang aneh.

"Ini adalah gudang aku, lantai 1 terlalu lembab, sehingga buat sekatan untuk menyimpan barang kering untuk rumah makankita," ucap Paman Long sambil memindahkan beberapa karung. Kemudian dia membuka salah satu karung, isitnya adalah ikan kering dan semacamnya.

Paman Long menjulurkan tangan ke bawah ikan kering, ketika menarik tangannya kembali, tangannya sudah memegang 2 golok panjang, lalu dilemparkan ke lantai, "Kakak Luo, pilih mana yang cocok, buat nanti," kemudian merogoh kantong lagi untuk mengeluarkan beberapa pisau bacok yang sepanjang setengah meter.

Yang Luo mengambil salah satu, rasanya terlalu berat, ketika melihat mata goloknya, tidak begitu tajam, bahkan ada bagian yang tumpul, sepertinya sudah barang lama. tetapi panjangnya berbeda dengan pisau potong buah, baik dari kepanjangan ataupun ketebalan, kelasnya lebih tinggi.

"Barang ilegal, makanya disimpan di sini!" ucap Paman Long dengan bangga, "Barang-barang ini adalah simpanan lama aku, mungkin tidak bisa memotong besi, tetapi masih bisa buat membacok orang."

Yang Luo melihat golok yang di tangannya, "Ini adalah pisau tiruan golok panjang, sangat enak dipakai. Paman Long, darimana kamu mendapatkannya?"