Special Forces Di Metropolitan

Bab 120 Gerakan Memancung Kepala

Bab 120 Gerakan Memancung Kepala

Yang Luo bukan tidak pernah memikirkan masalah Shen Yan, justru sebaliknya, begitu mendengar Ma Qiang akan datang ke area pekumuhan, dia langsung teringat dengan gadis lemah ini. karena mau melawan Paman Long, seharusnya Ma Qiang harus mengumpulkan modal, dan bagi Paman Long, tawanan yang paling tepat adalah anak Paman Long.

Tetapi Yang Luo tidak menanyakan pertanyaan ini, karena dia merasa Paman Long adalah orang berpengalaman, seharusnya dia sudah memikirkan penempatan Shen Yan.

Sebelum kejadian ini, semuanya masih berada dalam kendali Paman Long, tetapi ternyata Ma Qiang sudah menangkap Shen Yan, kenapa bisa begini?"

"Lepaskan Kak Qiang! Kalau tidak, aku tidak akan sungkan!" pria botak itu mengangkat karung yang berisi Shen Yan, kemudian menodongkan belati yang tajam di lehernya. Kedua tangan Shen Yan diikat ke punggung, matanya sudah basah, mulutnya disumbat handuk, tidak bisa berbicara. Dia masih memakai seragam sekolah, pakaiannya sedang berantakan, mungkin karena melawan saat mau ditangkap.

Yang Luo menghadang Paman Long yang menyerang pria botak itu, lalu melepaskan kaki yang menginjak badan Ma Qiang, rasa kaget di wajahnya sudah lenyap.

Dia tidak boleh tidak menghiraukan Shen Yan, karena Shen Yan tidak bersalah.

Pria beranting-anting itu maju menopang Ma Qiang, hal pertama yang dilakukan oleh Ma Qiang adalah mengeluarkan pisau pendek, lalu diayunkan ke dada Yang Luo.

Yang Luo langsung menendang lengan Ma Qiang, pisau itu pun terbang.

"Kamu mau dia mati, akan aku kabulkan!" Ma Qiang mundur 2 langkah, lalu merebut belati dari tangan pria botak dan mau ditusukkan ke leher Shen Yan.

"Yanyan!" teriak Paman Long.

"Berhenti!" teriak Yang Luo, lalu melemparkan tongkat di tangannya dan angkat tangan, "Lepaskan dia, terserah kamu mau apakan aku."

Ma Qiang tertawa dingin, "Terserah aku? Baik! Sudah lihat? Sesuai luka ini, kepalamu juga harus sama!" sambil berbicara sambil menunjuk luka dahinya.

Yang Luo tidak bertele-tele, kakinya bergerak, kemudian menerbangkan tongkat. Tangannya langsung menggenggam tongkat itu dan dipukul ke dahinya.

Phiang!

"Kak Luo!" teriak Paman Long yang terkaget, kemudian ingin merebut tongkat dari tangan Yang Luo, tetapi dihindar oleh Yang Luo.

Shen Yan yang ditahan pria botak langsung melinangkan air mata.

Darah mengalir dari dahi Yang Luo, lewat mata dan menelusur ke dagu, kemudian menetes membasah seragam wushunya. Tetapi matanya tidak berkedip sama sekali, lalu mengulang, "Dia tidak bersalah, lepaskan dia. Terserah kamu mau apakan aku."

Orang di hadapan langsung terkagok.

Demi gadis yang tidak ada hubungan darah, ternyata pria muda ini menyakit diri sendiri.

Bahkan pria botak itu mengeluarkan pandangan apresiasi, Ma Qiang terkaget sesaat, lalu tertawa licik, "Baik! Potong tangan kananmu, baru aku lepaskan dia."