Special Forces Di Metropolitan

Bab 122 Sama Seperti Seekor Babi

Bab 122 Sama Seperti Seekor Babi

Yangluo melihat dengan terharu dan merasa lucu, paman Long adalah seorang pria yang berusia hampir empat puluh tahun, bisa-bisanya dibuat berderai air mata oleh seorang anak kecil! Dia memotong pembicaraan berkata: "Semua bisa aman-aman saja sudah cukup, paman Long, hari ini saudara-saudara yang lainnya pun sudah lelah, cepat beristirahat, aku pulang dulu. Besok sore, aku traktir, semuanya luangkan waktu bagaimana?"

Paman Long membersihkan air mata, tidak enak hati tersenyum berkata: "Menjadi bahan tertawaan kakak Luo, tidak lelah lah, hari ini memang sengaja mempersiapkan seluruhnya, tidak disangka malah dapat dilaksanakan dengan tentram. Namun memang sudah seharusnya dirayakan, begini saja, besok pukul delapan malam, di kedai makan, aku memanggil semua saudara, merayakan bersama!"

Yangluo berkata: "Saudaramu itu yang mana yang bukan tiap hari makan di kedai ini? Aku rasa mereka sudah bosan memakannya! Dengarkan aku, besok jam delapan, kita bertemu disini di jam yang tepat, ajak semua saudara-saudara, jangan pergi ke tempat lain, cari tempat makan di jalan utara, aku yang teraktir, semuanya masuk untuk makan dengan terhormat kali ini!"

Paman Long seketika mengerti, tahu bahwa dia ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengangkat namanya, menganggukan kepala: "Baik! Biar aku yang pilihkan tempat, kakak Luo hanya cukup membawa uang saja!"

Shenyan dengan suara kecil berkata: "Ayah, aku juga ingin pergi."

Dua orang ini terkejut melihat ke arahnya, seorang gadis kecil, sedang memainkan sudut pakaiannya merasa tidak tenang, terlihat sangat malu dan menggemaskan.

Saat Yangluo kembali ke perumahan Tian Gongdian, berjalan sampai di gerbang depan dia baru teringat si anting dan si botak, melihat tidak ada orang di dalam pos satpam, menanyakan orang lain juga tidak ada yang tahu mereka pergi kemana, tiba-tiba mengerti akan sesuatu.

Dua bocah ini pasti masih mengintai bawahan dari Maqiang.

Masuk ke dalam perumahan, Yangluo tanpa bersembunyi-sembunyi datang ke tempat persembunyian dua bawahan Maqiang, masuk ke dalam markas mereka: "Maqiang sudah mati, kalian semua pergi!"

Dia orang ini menatap pintu keluar tangga apartemen, terkejut melihat kehadirannya, membuka lebar mulut, masih tidak mengerti entah darimana orang ini bisa hadir. Setelah mendengar dengan baik perkataan Yangluo, kaki kedua orang ini merasa lemah, saling bertatapan, seketika lari dan kabur.

Dua orang ini baru saja berlari, si anting dan si botang datang dari luar, meneriakannya dari belakang berkata: "Kakak Luo! Mengapa kamu melepaskan mereka? Mengapa tidak ditangkap?"

Yangluo tertawa berkata: "Masalah sudah beres, tidak perlu ditangkap. Hari ini sudah menyusahkan kalian, lain hari kalau ada waktu, pasti akan mengundang kalian makan!"

Si botak cekikikan tertawa: "Jangan, kami bukan bermaksud untuk itu. Kakak Luo, kalau begitu kami pulang dulu, kamu istirahat saja."

Setelah anting dan si botak pergi, Yangluo memutar balik badan ke rumah sewaan tempatnya tingga. Sampai di depan pintu, belum membuka pintu, seketika merasa ada yang tidak beres.

Mengapa bisa ada suara televisi dari dalam?