Special Forces Di Metropolitan

Bab 123 Baik-Baik Saja Tidak Ada Artinya

Bab 123 Baik-Baik Saja Tidak Ada Artinya

"Itu, kamu besok tidak ada kelas kan?" Yangluo tidak tahan dengan suasana seperti ini, mencari topik bahasan untuk memecahkan suasana.

Qin Bingbing baru teringat besok adalah akhir pekan, menjawabnya dengan suara kecil.

Yangluo lagi-lagi kehilangan topik bahasan, merasa sangat tidak enak. Sudah terbiasa dengan Qin Bingbing yang heboh, sekalinya dia diam, merasa sangat amat tidak terbiasa!

Setelah diam beberapa waktu, dia berdiri, memungut semua bantal yang dibuang oleh Qin Binging tadi, mengambil dan melemparnya satu persatu sambil menatap Qin Bingbing: "Barangmu, simpan baik-baik!"

Ternyata, baru satu yang dilempat, Qin Bingbing tidak tersadar, seketika jatuh tepat di kepalanya, langsung kesal: "Marga Yang! Lempar satu lagi kalau berani!"

Yangluo: "Ohh, baik lah. Untukmu!" berkata sambil melempar satu lagi.

Qin Bingbing dengan cepat menangkis, berteriak: "Mati saja!" Mengambil bantal yang terjatuh, lalu melemparkannya kembali, sambil menangkis kembali.

Saipa sangka Yangluo malah menangkap bantal yang dilempar olehnya, tertawa cekikikan, berjalan ke arahnya, menaruh dengan baik bantal tersebut, tertawa berkata: "Ini baru seperti dengan Qin Bingbing yang aku kenal!"

Qin Bingbing tertegun.

Yangluo tanpa perasaan berkata lagi: "Wanita jahat tetap wanita jahat, baik-baik tidak ada artinya sama sekali!"

"Mata keranjang! Mati sana!"

PLAAAKK

Bantal sofa kembali melayang……

Pukul tujuh pagi hari ini, Linyue membuka pintu dan masuk, sangat terkejut.

Beberapa bantal sofa tergeletak di bawah lantai, seperti sengaja dilempat oleh seseorang.

Yangluo kebetulan keluar dari kamarnya, dengan bersemangat menyapanya: "Selamat pagi, istri kesayanganku!"

"Apa sih!" wajah Linyue seketika memerah, tidak banyak perhitungan dengan mulut manis ornag ini, membereskan bantal sofa, "Apa yang terjadi?"

"Ada orang yang tidak mencintai lingkungan, membuang sembarangan, jangan diurus." Yanglup dengan cepat mengambil bantal sofa tersebut dari lantai, lalu berlari ke hadapan Linyue, tersenyum berkata perlahan, "Tidak ada hadiah pertemuan?"

Linyue tertegun: "Hadiah pertemuan apanya?"