Special Forces Di Metropolitan

Bab 124 Mau Tidak Mau Merasa Kagum

Bab 124 Mau Tidak Mau Merasa Kagum

Yangluo berdiri diantara kedua orang tersebut, tidak berbicara dan bergerak, berdiri tanpa ekspresi, membuat orang tidak mengerti apa yang sedang ia pikirkan.

Bergantian dengan waktu yang terus berjalan, ada perubahan dengan lengah Dajun, sedikit gemetaran.

Yangluo seketika berteriak: "Renguo! Angkat kaki empat ratus kali ditempat!"

Para polisi tekejut, hanya mendengar ada seorang murid dari kelas menengah dua berkata dengan keras: "Baik!" tanpa banyak berkata-kata, dengan cepat menaruh batu bata, melakukan gerakan angkat kaki, dan menuruti apa yang diperintahkan oleh Yangluo.

Weijun menunggu dengan gelisah.

Pelatihan sekeras ini, jika di dalam tim militer, atau muncul di sekolah kepolisian, dia sama sekali tidak merasa heran, namun ini bisa muncul disebuah sekolah bela diri Wushu swasta seperti ini, dan seluruh murid pun mendengar dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Yangluo.

Sepertinya guru Yang ini memang mempunyai ilmu tersendiri dalam pengajarannya.

Dan saat ini juga, Yangluo berkata dengan keras: "Waktu sepuluh menit sudah tiba! Semua orang! Bergerak bebas ditempat selama dua menit!"

Para polisi membuka mulut lebar, tidak bisa berkata-kata.

Apa?! Renguo itu ternyata hanya kurang dari beberapa detik sudah menyelesaikan latihannya?! Namun si guru Yang ini tidak memberikannya keringanan sedikit pun, hanya perbedaan beberapa detik, namun hanya dapat menuruti hukuman yang diberikan!

Selain Renguo yang mendapatkan hukuman mengangkat kaki dengan cepat, murid lainnya dengan cepat menaruh batu bata tersebut, melakukan gerakan latihan tenaga lengan. Semua tahu bahwa dua menit yang dikatakan oleh Yangluo memang lah dua menit yang sebenarnya, tidak mungkin lebih sedikit, jika tidak segera melakukannya, pelatihan selanjutnya tidak dapat dilanjutkan.

Pelatihan tenaga lengan Yangluo adalah sebuah pelatihan bertahap, awalnya sepuluh menit, lalu kedua dua puluh lima menit, ketiga dua puluh menit. Tiga kali bergantian, dua set dalam waktu setengah hari, cukup untuk melatih tenaga semua orang.

Namun pelatihan selama dua sampai tiga kali, membuat para murid sudah memiliki mental yang kuat, sekarang mereka semua percaya pelatihan yang diberikan oleh Yangluo pasti akan membuahkan hasil, dan untuk membuktikan hal ini, bisa dilihat dipertandingan persahabatan dua hari kemudian. Awalnya mereka tidak memiliki rasa percaya diri dengan pertandingan ini, namun setelah ada Toutian yang memenangkan lompat kelinci dari kelas menengah dua, harapan murid semakin besar, dan makin berusaha serta giat berlatih.

Yangluo mendaratkan tatapannya kembali pada Xiaojiang dan Dajun, tertawa menyeringit.

Kedua lengan Xiaojiang sudah jelas bergetar hebat, walaupun dia pernah mendapatkan pelatihan, namun sekarang bukan lah dulu. Dia sendiri juga tahu akan ini, dan juga seiring berlalunya waktu, pemikiran ini makin jelas lagi. Bisa bertahan sampai saat ini, sudah diluar batas kemampuannya.

Dajuan memiliki pemikiran yang berbeda. Pikirannya lebih polos dibandingkan dengan Xiaojiang, hanya berharap bisa bertahan sampai akhir, dan harus lebih baik dari biasanya. Kalau biasanya, waktu sepuluh menit sudah bisa membuatnya merasa sangat lelah, namun hari ini dia merasa memiliki tenaga ekstra, dengan perasaaan yang menggebu-gebu: "Aku masih bisa bertahan!"

Melihat murid anggota kelas menengah dua sudah kembali melanjutkan pelatihan kemampuan tenaga lengan yang kedua, para anggota polisi semakin panik. Saat melihat si anak bongsor tersebut sepertinya masih bisa bertahan beberapa waktu, namun otot di wajah Xiaojiang sudah mulai kaku akibat dari tenaga yang ia kerahkan seluruhnya pada lengan tangan.

Akhirnya, saat stopwatch Yangluo menunjukan waktu yang tersisa sebanyak 17 menit, Xiaojiang berkata: "Aku sudah tidak kuat lagi!" sekalinya berkata seperti ini, seluruh tenaga di dalam tubuhnya tercurah habis-habisan, lengannya mengeras, tidak mampu mengangkat lagi.