Special Forces Di Metropolitan

Bab 125 Ini Sama Saja Mempertaruhkan Nyawa

Bab 125 Ini Sama Saja Mempertaruhkan Nyawa

Yangluo melihat ke arah para anggota kepolisian setelah selesai menjelaskan materi pelatihan, menyuruh Chenxia yang pertama memulai pelatihan. Lalu berjalan dengan sangat hati-hati naik ke atas meja kecil, terpaksa melompat ke depan.

Brukkkk!

Chenxia berhasil melakukan salto indah di udara, dan mendarat dengan baik di atas permukaan pasir.

"Aku suruh kamu jatuh, bukan berdiri! Ulang!" Yangluo tidak heran melihat ini, siapa pun pasti memiliki ketakutan tersendiri, pelatihan ini yang paling utama adalah melawan ketakutan tersebut.

Chenxia hanya bisa pasrah berdiri lagi di atas meja kecil itu, baru saja ingin melompat, malah melihat Yangluo berjalan ke arahnya tiba-tiba, berkata dengan dingin: "Jika kali ini kamu masih berdiri, aku akan turun tangan membuatmu jatuh!"

Chenxia terkejut, membongkokan badan secara terpaksa, melompat, salto di udara, namun saat dia berada di udara, tidak lagi menggunakan tenaga, untuk mendaratkan kedua kakinya di atas pasir.

Yangluo mengulurkan tangan, menepuk bagian perutnya,

Chenxia seketika tidak mampu meluruskan pinggangnya, langsung terjatuh dengan keras!

Brukkkkk!

Semua orang terkejut dan mendaratkan padangan pada dirinya, punggung Chenxia menghadap bawah, jatuh menghempaskan debu pasir. Dia beteriak, seketika merasa kesakitan hebat dari balik punggungnya.

Yangluo berteriak: "Hanya sakit di daging dan kulit biasa! Berdiri! Masuk ke barisan!"

Chenxia berdiri dengan penuh susah payah, berlari kecil masuk ke dalam barisan. Merasa kesakitan hebat dari belakang punggungnya, namun seperti yang dikatakan oleh Yangluo. Pasir sangat lembut, ditambah lagi kepalanya tadi tidak tersentuh, maka kesakitan yang ia rasakan hanya sakit pada daging dan kulit saja.

Murid kedua yang naik ke atas lebih kekar dibandingkan Chenxia, kedua kakinya menginjak meja kecil perlahan.

Yangluo masih berdiri disamping, berkata: "Harus jatuh! Paham kan?"

Murid tersebut mengkerutkan dahi menjawabnya, membongkokan badan, melompat, salto di udara. Anak ini langsung terjatuh, hanya terdengar suara Brukkkk yang kuat, langsung terjatuh di bawah, sama seperti Chenxia berteriak, lalu bangun dengan susah payah.

"Bangun! Kembali ke barisan! Selanjutnya!" Yangluo tidak segan memberikan perintah.

Orang ketiga adalah Fangyuan, dengan sedikit takut berjalan ke hadapan Yangluo: "Guru, aku tidak bisa melompat, aku bersedia menerima hukuman……"