Special Forces Di Metropolitan

Bab 128 Pertandingan Tanpa Memperdulikan Harga Diri

Bab 128 Pertandingan Tanpa Memperdulikan Harga Diri

Xiaojiang dengan setengah mati mengejarnya dari belakang, awalnya masih dapat mempertahankan jarak satu sama lain, namun setelah dia belari di putaran pertama, dan memasuki putaran kedua, setelah pelatihan yang di dapatkan selama satu hari ini, tenaganya berkurang pesat dan tidak mampu mempertahankan kecepatannya, pada akhirnya memperlambat gerakan.

Chenxia terus berlari, menyelesaikan putaran keduanya hanya dalam waktu lima puluh menit, memberikan tongkat estafet kepada murid kedua. Murid ini dengan sangat menggebu-gebu berseru, Chenxia yang sudah dipenuhi keringat, memperlambat langkah kakinya, meredakan rasa lelah dari olaharaga yang menguras tenaga. Saat dia melewati Yangluo, berkata: "Sangat bagus!"

Chenxia tertawa, tidak berkata-kata, tetap berjalan perlahan.

Berada di bawah tangan Yangluo selama ini, sedikit banyak dia sudah mengerti apa maksud dari gurunya melakukan ini semua, menaruhnya untuk menjadi pelari pertama adalah untuk membangkitkan semangat dan ambisi. Jika Chenxia pelari paling cepat di seluruh kelas dapat mengalahkan lawan dengan perbedaan jarak yang sangat besar , murid lainnya pasti akan merasa termotivasi, peserta selanjutnya pasti akan makin bersemangat lagi.

Xiaojiang lebih lambat tiga puluh detik sampai di garis pergantian, setelah memberikan tongkat estafet, kelelahan dan terduduk disamping arena lari, tidak bertenaga untuk berdiri lagi.

Yangluo menatapnya dingin, berteriak: "Bangun!"

Setelah olahraga yang sangat keras langsung beristirahat, akan membuat kemampuan dari tubuh seseorang tersebut berhenti seketika, ini adalah sebuah keadaan yang sangat berbahaya. Xiaojiang tentu saja mengerti akan hal ini, hanya saja sudah lama tidak berolahraga begitu keras, tubuhnya seketika kehilangan tenaga, lalu dengan nafas menggebu berkata: "Sebentar…… tunggu sebentar……"

Yangluo menghampirinya dengan cepat, memijat pundaknya, dengan sangat serius berkata: "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu pikirkan, selama berada di kelasku, aku memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatanmu! Weijun! Bantu dia berjalan perlahan untuk istirahat!

Xiaojiang tertegun.

Weijun segera datang membopongnya, pada saat ingin membawanya pergi, Xiaojiang berkata perlahan: "Me…… Mengerti, Guru."

Yangluo menganggukan kepala, menoleh melihat dua orang yang sedang berusaha berlari dengan keras di kejauhan.

Kali ini para anggota kepolisian dengan sangat gugup melihat tongkat estafet kedua. Tidak ada yang menyangka di putaran pertama jarak ternyata kalah begitu jauh, namun kenyataan memang demikian, untuk saja peserta kedua dapat menarik kembali sedikit perbedaan sebelumnya.

Namun setelah dua putaran diselesaikan, perbedaan waktu yang tercipta adalah satu menit.