Special Forces Di Metropolitan

Bab 132 Menangkap Biang Masalah

Bab 132 Menangkap Biang Masalah

He Fu mengkerutkan dahi berkata: “Yang bernama Leng Shachen itu? Apa dia benar-benar hebat?”

“Dia tidak memiliki kemampuan lain, namun dalam menyakiti orang dia dapat mengerjakannya dengan sangat rapi.” Pemuda itu menjelaskan dengan sabar, “Kemarin si marga Yang itu ikut campur, menggagalkan rencana pembunuhan Wu Qingtie secara diam-diam, Achen sangat membenci bocah ini. Dia datang dengan sendiri memohon untuk dapat membantu kali ini, tentu saja dapat membereskannya dengan baik, sudah pasti si marga Yang itu tidak dapat keluar dari dalam gudang dengan kedua kakinya.”

“Heh!” He Fu tidak memperlihatkan ekpresi tidak senang, langsung teringat akan hal lain, “Aku rasa dia juga tidak menduga! Melihat Lin Yue yang berparas cantik, entah perbuatan biadab apa yang ia lakukan terhadapnya saat ini!”

“Apa kamu masih ingat dia tidak memperbolehkanmu untuk menyentuh wanita cantik itu waktu itu?” pemuda ini tertawa, “Aku harus membujukmu untuk tidak lagi peduli dengan masalah ini, jika ingin menyerang juga nanti saja dulu. Sifat Achen yang seperti ini, dia sudah pasti tidak akan memperbolehkanmu untuk turun tangan, setidaknya sampai masalah ini diselesaikan terlebih dahulu!”

He Fu merasa kesal setengah mati. Rencana yang sudah ia susun jauh hari, dia sudah pernah meminta agar Lin Yue diserahkan untuk ia bereskan, namun Leng Shachen tetap malah tidak memandang dirinya dan mengatakannya sebagai binatang liar, menolak permintannya. He Fu merasa emosi, bagaimana mungkin dia tidak menyimpan dendam? Namun dia bukanlah seseorang yang dapat ia lawan, maka ia hanya dapat terpaksa menahannya.

Perlu diketahui He Fu, sudah mendambakan Lin Yue sejam lama. Namun tidak peduli dengan cara apa mengejarnya, tetap tidak berhasil mendapatkannya, awalnya mengira kali ini ia berhasil mendapat apa yang diinginkan, namun tidak menyangka masalah malah menjadi seperti ini. Dia awalnya memang seorang mata keranjang, tentu saja memiliki pandangan yang sama terhadap orang lain, kali ini berfikir bahwa Leng Shaochen kali ini pasti sedang menikmati tubuh indah Lin Yue. He Fu adalah orang yang tidak berperasaaan, sama sekali tidak mengingat bahwa mereka sedang membantunya untuk membereskan Yang Luo, malah mengingat dendam ini.

Pemuda ini melihatnya, tahu bahwa dia sama sekali tidak mendengar apa yang ia katakan, hanya dapat menutup mulut.

Mobil melaju ke arah utara, sudah tiba di dekat kawasan pergudangan, saat masuk ke sebuah lorong kecil, sopir yang sedang mengemudikan mobil berteriak, memperlambat lacu kendaraan.

“Kenapa?” pemuda itu mengangkat kepalanya dan melihat ke depan, tidak mendengar sopir menjawab dia sudah tahu apa yang terjadi, seketika mewaspadai, menekuk tangan kanannya.

Sebuah truk kecil berhenti di depan lorong, menghadang lorong ini. Orang bodoh sekalipun dapat melihat, mobil ini sengaja berhenti di depan sana.

Seorang pemuda disamping sopir berkata: “Aku turun melihat.” Membuka pintu mobil, satu kaki keluar dari dalam mobil, baru saja bangun dan mengeluarkan kepala, tiba-tiba terdengar sebuah suara, dia kembali terduduk, memiringkan kepala, tidak lagi bergerak.

Sopir mendorongnya : “Kenapa?”

He Fu duduk di kursi belakang kemudi, duduk tegap dan baru ingin membuka mulut, tubuhnya kaku seketika.

Pandangannya cukup bagus, langsung bisa melihat pelipis pemuda di samping sopir tertancap sebuah jarum, sangat jelas saat ia memberhentikan mobil tadi, ada orang yang merenggut nyawanya menggunakan jaram besi ini!

Pemuda juga merasa heran, berkata tegas: “Ada masalah! Cepat jalan!” tangan kanannya masih terlipat, menatap sekitar dengan penuh waspada.

Sopir itu dengan cepat menyalakan mesin, belum sempat bergerak, seketika terbesit sesuatu, membuatnya tubuhnya lemas seketika, terjatuh di tempat duduk, tidak lagi mengeluarkan suara.

“Tengkurap!” pemuda itu berteriak, terkejut namun tidak terlihat panik, membuat He Fu menjadi kalang kabut, dengan cepat membuka pintu kiri mobil, tubuh pendeknya itu gelinding jatuh ke bawah, saat ia menggunakan tubuhnya menahan bahaya dari samping kanan, tangan kanan yang dilipatnya tadi, mengeluarkan sebuah senjata api.

Sebuah sosok bertubuh tinggi berjalan keluar dari bayangan pohon disamping kanan belakang mobil Cadilac, berjalan perlahan mendekati mobil, berkata dengan tenang: “Kakak Fei Yu kan? Bukannya kamu ingin bertemu denganku Yang Luo? Mengapa malah bersembunyi dan tidak berani keluar?”

He Fu yang berada di dalam mobil mematung darah yang mengalir di tubuhnya seketika membeku.

Ternyata adalah Yang Luo!