Special Forces Di Metropolitan

Bab 133 Ciuman Hangat

Bab 133 Ciuman Hangat

Suara panik terdengar dari sisi telefon: “Kakak Fei Yu, apa yang terjadi?”

Yang Luo mengulurkan tangan, menekan tombol mengakhiri pembicaraan, merampas ponsel tersebut.

Fei Yu berkata: “Apa yang kamu inginkan telah aku lakukan, sekarang apa boleh jarum ini…… ohh!”

Yang Luo mendaratkan tangan tepat di leher belakangnya, melihatnya jatuh pingsan, tertawa dingin, menutup lampu mobil membuka pintu dan turun dari mobil.

Pihak lawan kali ini pasti sedang memikirkan cara bagaimana untuk mengatasi keadaan yang tiba-tiba berubah menjadi seperti ini, menyusun strategi, dan mencari kesempatan yang tepat.

Melompat dari atas tembok masuk ke dalam gudang, Yang Luo secepat kilat, tiba-tiba menghentikan langkah, setelah bersembunyi dibalik tumpukan kotak, mengangkat kepalanya dan melihat, merasa terkejut.

Chen Zi yang tadinya berjaga di gudang nomor 8 kini sedang mendorong Lin Yue berjalan dengan cepat, mengarah ke pintu utama gudang, ternyata memang hanya dia seorang diri, tidak membawa kawanan lainnya.

Bocah ini begitu menurut?

Yang Luo mengawasi dengan seksama, mempertajam pendengarannya, akhirnya dapat dengan baik memutuskan bahwa hanya ada dia dan Lin Yue, merasa sangat aneh.

Hanya ada dua kemungkinan, mungkin karena bocah ini memang setia kawan, takut ada hal yang tidak diinginkan terjadi pada diri Fei Yu, maka hanya bisa menuruti perkataannya, atau karena bocah ini yakin dirinya sendiri dapat menuntaskan Yang Luo. Namun jika dia memang begitu yakin, maka tidak akan mengutus begitu banyak bawahan di gudang nomor 8 tadi, atau mungkin karena kemungkinan pertama?

Namun ini bukanlah saat untuk memikirkan hal ini, Yang Luo mengenakan baju olahraga dan topi, dirinya kini dibalut dengan pakaian hitam, di bawah gelap malam jika bukan karena berpapasan secara langsung, sudah pasti akan sangat sulit menyadari keberadaannya.

Dia bergerak menempel dinding dan tumpukan kotak, dengan cepat mendekati dua orang yang sedang berjalan dengan cepat itu. Seketika jarak mereka tidak lebih dari lima puluh meter, Yang Luo baru saja ingin mengeluarkan jarum dari tangannya, tiba-tiba terdengar suara: “Kakak Chen, apa bocah itu benar-benar telah menangkap kakak Fei Yu?”

Yang Luo seketika tertegun.

Ucapan ini dikeluarkan oleh seorang wanita, namun ini sudah pasti bukan suara Lin Yue!

Mendengar balasan dari Chen Zi berkata: “Benar atau tidaknya aku tidak tahu, namun lebih baik percaya daripada tidak, karena jika terjadi sesuatu pada kakak Fei Yu, aku sudah pasti akan tamat!”

Yang Luo bersembunyi di sebuah kotak besar, berkata gawat di dalam hati.

Pakaian wanita itu benar-benar sama dengan Lin Yue, bentuk tubuhnya juga sangat amat mirip, di tambah lagi di gelap malam, bahkan dia sendiripun hampir salah mengenali. Jika bukan karena dia membuka mulut dan membocorkan identitas dirinya, saat mereka melakukan pertukaran, Yang Luo demi mewaspadai lawan, tentu tidak akan terlalu fokus dengan hal ini dan tidak sempat memastikan “Lin Yue” asli dan palsu, sudah pasti berhasil dijebak.

Jika strategi seperti ini adalah ide dari Chen Zi, maka orang ini tidak boleh dipandang sebelah mata.