Special Forces Di Metropolitan

Bab 134 Bahaya Di Dalam Gudang

Bab 134 Bahaya Di Dalam Gudang

Beberapa jam ini Lin Yue selalu berada di dalam kondisi shock, kewaspadaannya sudah pasti tidak begitu kuat lagi. Dipeluk oleh pria yang ia cintai saat ini, bukan hanya tidak membuatnya merasa risih, namun malah membuatnya sengaja ingin memeluknya, kedua tangan melingkar di pinggang Yang Luo, bibir lembut itu membalas ciuman hangat Yang Luom, seperti ada aliran listrik yang mengalir di bibir kedua orang ini, sangat lembut dan hampir membuatnya meleleh.

Yang Luo sembari menikmati bibir indah sang kekasih, sembari memeluknya dengan erat, tidak ada jarak diantara mereka berdua, menikmati rasa nyaman dan hangat dari pelukan Lin Yue. Ini bukan kali pertamanya melakukan hal seintim ini dengan seorang wanita cantik, dulu pernah “Tidak sengaja” melakukannya dengan Qin Bingbing, namun berbeda, orang yang berbeda, maka apa yang dirasakannya saat ini juga sama sekali tidak sama. Lin Yue adalah wanita terbaik di dalam hatinya, bisa menciumnya seperti ini, merupakan mimpinya sejak lama, saat ini mimpi itu telah menjadi kenyataan, dirinya si beruang besar ini bagikan diberi sebuah madu berukuran besar, hanya ingin menikmatinya dengan baik, sama sekali tidak ingin untuk keluar dari tempat.

Setelah beberapa saat, Yang Luo baru pada akhirnya mengerahkan seluruh tenaga melepaskan bibirnya, berkata dengan nafas tersengal: “Yue, sudah…… sudah harus pergi!” jika bukan di kondisi seperti ini, dia sudah pasti tidak dapat menahan perbuatan yang akan dilakukan selanjutnya, sudah pasti akan langsung mengambil Lin Yue, namun akal sehat mengingatkannya, ini bukanlah saat untuk memikirkan hal itu.

Merasa Yang Luo melepaskannya, Lin Yue merasa sedikit hampa dan kecewa, merasa malu ditambah malu lagi, memaki dirinya sendiri tidak berguna di dalam hati. Dia awalnya telah dicium Yang Luo sampai kehabisan tenaga, saat ini dia harus mengandalkan pelukan Yang Luo agar tidak terjatuh, mendengar ucapan ini, membuatnya seketika tersadar, menjawab dengan lembut: “Baik.”

Yang Luo melihat wajahnya yang merah merona, dan tatapan menggodanya, membuatnya terpesona, hampir saja tidak dapat menahan untuk menciumnya lagi, untung saja akal sehat masih bekerja dengan baik, meraih tangan kecil nan lembutnya, berkata dengan lembut: “Tenang saja, aku pasti akan membawamu meninggalkan tempat ini dengan aman.”

Setelah memastikan tidak ada orang lain di dalam gudang, Yang Luo berjalan ke arah pintu gudang, mengangkat kepala dan melihat sekitar, seketika menghela nafas dingin, dan menarik kepalanya.

Gerakan Bos Wu ini benar-benar gesit, hanya dalam beberapa menit, bahkan sudah memerintahkan bawahan untuk memeriksa seluruh sudut gudang, dan juga membuka lampu besar di empat sudut gudang, membuat seluruh gudang menjadi terang benderang. Chen Zi berdiri di depan gudang nomor 8 dengan jarak sepuluh meter lebih, sudah jelas selama ada orang yang melihat jejak Yang Luo, dia akan dengan sigap menangkap dan membunuhnya.

Di keadaan seperti ini, tidak mungkin untuk pergi secara diam-diam.

Terdiam sesaat, Yang Luo kembali ke tempat persembunyiannya, berkata kepada Lin Yue: “Banyak orang diluar saat ini, kita beristirahat di tempat ini dulu, sebentar lagi baru berjalan keluar.”

Lin Yue adalah wanita cerdas, mengerti maksud dari perkataannya, menuruti perkataannya.

Yang Luo dengan sigap menenangkannya: “Tenang saja, bagaimanapun juga mereka tidak akan menyangka bahwa kita berada disini, tidak akan datang memeriksa. Namun untuk berjaga-jaga, kamu tunggu dulu sebentar, aku akan mencarikanmu tempat untuk duduk dengan baik.” Melihat sekitar, mencari tempat yang pas untuk memanjat, dirinya sendiri memanjat sampai atas kotak untuk melihat. Tinggi seluruh kotak kayu ini adalah dua meter, dengan panjang tiga meter, setiap tumpukan terdapat lima buah kotak, dengan tinggi belasan meter. Demi memudahkan pemindahan, di atas tersisa jarak setengah tinggi orang biasa, cukup untuk di duduk atau tiduran di atasnya, kecuali orang bawah memanjat sampai ke atas, kalau tidak sudah pasti tidak akan menyadari keberadaan orang di atas kotak di dalam gudang tersebut.

Lin Yue melihatnya turun dari atas, raut wajahnya berubah, berkata perlahan: “Aku…… aku tidak bisa memanjat ke atas!”

Yang Luo tertawa: “Kamu tidak perlu memanjat, lihat aku!” mengeluarkan seutas tali kasar dari dalam tas peralatan di pinggangnya, dirinya sendiri berjongkok terlebih dulu, menyuruh Lin Yue naik ke atas punggungnya dengan baik, lalu mengikat pinggangnya dengan tali, dan juga mengikat kakinya dengan baik. Setelah selesai dia baru berdiri, Yang Luo menyuruh Lin Yue memegang lehernya dengan erat, tertawa berkata: “Lihat suamimu akan membawamu naik ke puncak!”

Lin Yue dengan manja memukulnya: “Kamu bukan suamiku!”

Yang Luo tertawa, mengikuti alur tempat dimana ia memanjat tadi, meraih sudut kotak dan memanjat dengan cepat. Lin Yue berada di punggungnya, orang ini terlihat seperti di atas langit, membuatnya ketakutan sampai pucat, namun juga merasa sangat seru. Yang Luo seperti Hercules dengan kekuatan suoernya, memikul dirinya, sama sekali tidak menghambat kecepatannya dalam memanjat, beberapa detik kemudian, dua orang ini sudah berada di atas tumpukan kotak dengan tinggi sepuluh meter lebih.

Setelah melepas ikatan tali, Yang Luo membawa Lin Yue ke bagian lebih dalam gudang, menundukan kepala membungkuk berjalan lebih dari tiga puluh meter, baru tertawa dan berkata: “Sudah lelah bukan? Sini, tidur sebentar disini, menunggu sampai mereka selesai bekerja, kita juga sudah bisa pergi dari sini.” Ini sudah hampir di sudut akhir gudang, sangat jauh dari pintu gudang, selama mereka bersuara kecil, maka tidak perlu khawatir dapat didengar. Yang paling penting adalah barang-barang dibawa tertumpuk dengan sangat penih, tidak ada tempat untuk berjalan, siapapun tidak dapat naik ke atas sini, harus seperti mereka yang memanjat dari tempat tadi.