Special Forces Di Metropolitan

Bab 136 Tidak Ada Musuh Yang Abadi

Bab 136 Tidak Ada Musuh Yang Abadi

Tiba-tiba Yang Luo mengangkat kaki kirinya dan sepatu di kakinya terbang tepat ke wajah sebelah kiri Chenzi.

Chenzi kesakitan, tapi di ujung matanya dia melihat ada sesuatu yang sedang mengarah kepadanya, karena mengira Yang Luo mau menghabisinya lagi, dia pun menghindarinya ke kanan.

Ternyata Yang Luo berlari ke arah Lin Yue, bukan Chenzi! Melihat dirinya hampir berhasil menarik Lin Yue, Yang Luo lagi-lagi berhenti tidak berani maju sedikitpun.

Pisau di tangan kiri Chenzi sudah menekan leher Lin Yue lagi.

Yang Luo sangat kecewa, rencana penyelamatan yang sudah dibuatnya ini hampir berhasil, tapi siapa sangka kemampuan Chenzi jauh di atas perkiraannya, bisa-bisanya dia bergerak secepat itu sehingga Yang Luo tidak berani bergerak lagi.

Bisa dibayangkan kali ini musuhnya ini pasti akan meningkatkan kewaspadaannya, jadi akan semakin sulit untuk menyelamatkannya.

“Mundur!” teriak Chenzi dengan panik, seluruh kepalanya penuh dengan keringat, tapi dia tidak berani mengelapnya. Yang Luo sekarang hanya berjarak dua meter darinya, ini sudah cukup memberikan tekanan yang kuat kepadanya.

Yang Luo mundur sejauh lima meter, dia duduk dan tertawa, “Aku sudah meremehkan kamu.”

Lin Yue sekarang baru tersadar, tapi dia tidak berani bicara apa-apa, karena pisau di tangan Chenzi sudah menyentuh lehernya.

Sekarang Chenzi baru berani mengelap keringat di mukanya dengan lengannya, dia terus menatap Yang Luo tanpa berani berkedip sama sekali. Kepintaran Yang Luo ini sudah di luar dugaannya, barusan strategi Yang Luo hampir saja berhasil, setelah mendapatkan pelajaran ini, dia mau tidak mau harus meningkatkan kewaspadaannya.

Jarum besi masih berada di pergelangan tangannya, sekarang tentu saja dia mengerti betapa kuatnya tusukan yang menembus daging dan tulangnya ini.

Barusan dia tidak memiliki persiapan sehingga Yang Luo hampir berhasil, kalau sekarang dia bisa memiliki kesempatan untuk mencabut jarum besi itu, dia percaya kejadian barusan tidak akan terjadi lagi, tapi karena Yang Luo barusan gagal, tentu saja dia juga tidak akan memberikannya kesempatan.

Posisi mereka bertiga kembali seperti semula, tapi suasananya menjadi lebih tegang.

Di saat ini suara tembakan dari luar masih terus terdengar.

Yang Luo tahu polisi sudah mulai memperkecil kepungannya, ini juga berarti orang-orang yang ditahan itu sudah mulai mundur ke arah gedung manajemen. Asal semua orang sudah masuk ke dalam gedung tersebut dan area kepungannya sudah cukup kecil, maka itu adalah saatnya mereka untuk kabur.

Waktu sudah tidak banyak, mereka harus bergerak mumpung fokus polisi masih tertuju ke gedung manajemen itu, kalau polisi sudah mulai memperhatikan tempat lain, maka semuanya sudah terlambat.

Yang Luo berteriak: “Aku kasih kamu dua pilihan, pertama kita bekerja sama, kita meninggalkan tempat ini bersama-sama, semuanya nanti dibicarakan kalau sudah di luar! Kedua kita semua tetap di sini, menunggu polisi datang menangkap!”

Chenzi berkata: “Kamu bisa keluar?”