Special Forces Di Metropolitan

Bab 137 Saling Menghargai

Bab 137 Saling Menghargai

Setelah beberapa kali berlari dan bersembunyi, Yang Luo sudah membawa Chenzi ke tembok luar gudang. Tempat ini sudah sangat jauh dari gedung manajemen di sana, di sekitar mereka juga tidak ada orang sama sekali.

“Keluar dari sini, mereka pasti tidak akan menyangka!” Yang Luo sangat percaya akan hal ini, karena jangankan orang biasa, polisi yang sudah terlatih pun juga tidak mungkin bisa memanjat tembok ini.

Chenzi berkata: “Tentu saja, karena tidak ada orang yang bisa memanjat tembok ini!” Chenzi langsung mengerti maksud Yang Luo setelah melihat tembok ini, tapi tembok ini licin dan tingginya tujuh meter, tidak mungkin ada orang yang bisa memanjatnya!

Yang Luo tertawa, “Kamu bisa lompat setinggi apa?”

“Empat meter, paling banyak lima meter!” Chenzi langsung mengetahui batas dirinya setelah melihat tembok ini sekilas.

“Bagus! Asal kamu bisa menggapai lima meter sudah cukup!” ucap Yang Luo.

Dia mundur beberapa langkah, berlari dengan kencang, melompat setinggi dua meter di depan tembok, kaki kanannya menginjak tembok yang licin sehingga dia bisa melompat setinggi dua meter lagi, terakhir kaki kirinya menginjak tembok lagi dengan seluruh tenaganya, dia hanya bisa melompat setinggi satu meter, tapi kepala dia sudah sejajar dengan ujung tembok. Dengan timing yang pas dia mengulurkan kedua tangannya dan menarik badannya sekuat tenaga, dia pun berhasil memanjat tembok ini.

Chenzi yang berada di bawah benar-benar tercengang, lompatan Yang Luo ini sudah jauh melebihi orang biasa, ini adalah pertama kalinya dia melihat ada orang yang bisa memanjat tembok setinggi tujuh meter!

Di saat ini, tiba-tiba terdengar suara alarm polisi yang menusuk telinga.

Tentu saja Yang Luo mengetahui itu apa, tapi dia sudah tidak bisa memikirkan alarm polisi tersebut untuk membantu Chenzi memanjat tembok ini. Lagipula sekarang polisi sedang berperang dengan orang di area gudang, walaupun mereka mendengar alarm ini, mereka juga tidak bisa mengerahkan orang untuk memeriksanya.

Setelah sampai di atas tembok, Yang Luo menggunakan kedua kakinya untuk menggantung badannya, “Cepat lompat! Aku tarik kamu!”

Chenzi langsung mengerti maksudnya, dia mundur beberapa langkah, berlari dan melompat tinggi. Lompatan dia jauh lebih buruk dari Yang Luo, sesuai dugaan dia hanya bisa melompat setinggi empat meter lebih, tenaganya yang sudah habis membuat dia turun perlahan-lahan.

Yang Luo mengulurkan tangan kanannya sejauh mungkin, dia bisa menggapai 2,3 meter dan berhasil menangkap tangan kanan Chenzi.

Chenzi berkata: “Hati-hati!” berat badan mereka berdua dijumlah 100 kg lebih, sekarang mereka berdua hanya bergantung pada kaki Yang Luo yang disangkutkan di atas tembok, ini membuat dia khawatir Yang Luo tidak kuat menahannya.

Yang Luo tertawa, “Sudah aman!” dia melempar Chenzi ke atas tembok. Reflek Chenzi juga sangat cepat, dia langsung melepaskan tangan kanan Yang Luo dan menahan badannya dengan tangannya di tembok.

Di saat ini, kaki kiri Yang Luo tiba-tiba terpeleset meninggalkan tembok.

“Hati-hati!” Chenzi lagi-lagi mengingatkannya, tanpa ragu-ragu dia mengulurkan tangan kirinya untuk menekan kaki Yang Luo di atas tembok.

Barusan selain berat badan mereka berdua, Yang Luo juga membutuhkan tenaga untuk melempar Chenzi ke atas, jadi tadi kaki Yang Luo menahan berat 150 kg lebih, kalau tidak hati-hati, Yang Luo pasti akan terjatuh ke bawah lagi. Walaupun kemampuan Yang Luo sangat hebat, tapi kalau jatuh dari tembok ketinggian tujuh meter dan kepala menghadap ke bawah, akibatnya akan sangat parah.