Special Forces Di Metropolitan

Bab 139 Kamu Mau Menangis?

Bab 139 Kamu Mau Menangis?

Yang Luo langsung kembali ke area gudang. Dia sekarang tidak mungkin membawa Lin Yue keluar, karena itu hanya akan mendatangkan masalah, tapi dia mau melihat Lin Yue diselamatkan dengan matanya sendiri, kalau tidak dia mungkin akan sulit tidur.

Tiba-tiba HPnya bergetar, Yang Luo mengangkatnya sambil berlari, “Halo?”

“Bagaimana?” ucap Qin Bingbing terburu-buru.

“Aku baru mau tanya kamu, apakah kamu yang melapor polisi?” Yang Luo langsung mengungkapkan pertanyaan di dalam hatinya.

“Bagaimana mungkin! Kamu bukannya bilang tidak boleh lapor polisi? Ada polisi yang ke sana?” Qin Bingbing jauh lebih kaget darinya.

Yang Luo merasa benar juga, “Feng Chen yang memimpin, 200 polisi lebih datang, bisa-bisanya kamu tidak tahu! Kamu ini bukannya kapten keamanan!”

“Apa? 200 polisi lebih?! Dia ini mau mengerahkan semua polisi kriminal di pusat?” Qin Bingbing sangat terkejut.

“Mana aku tahu? Sekarang sedang ada peperangan besar di area gudang, aku tidak berani masuk, aku tidak tahu Lin Yue sekarang bagaimana.” Yang Luo asal bicara, dia tidak mau Qin Bingbing tahu terlalu banyak, walaupun dia sedikit tidak enak dengannya, tapi dia tetap berkata bohong. Perbedaan status mereka semakin besar, lebih baik dia jangan tahu terlalu banyak, ini lebih baik bagi mereka berdua.

“Kalau begitu aku segera datang!”

“Jangan! Kaki kamu yang terluka itu hanya akan menjadi beban, aku tunggu sebentar di sini, semoga akan ada hasil yang baik. Kamu tidur dulu saja, ini sudah mau jam dua, tunggu kabar dari aku!” ucap Yang Luo, pertama dia memang khawatir dengan luka di kaki Qin Bingbing, kedua dia memang tidak berharap Qin Bingbing datang. Karena kalau dia masuk ke dalam, maka Feng Chen pasti akan tahu dirinya di sini, dia sendiri tidak tahu akan terjadi apa ke depannya.

“Baiklah, kalau ada kabar cepat kasih tahu aku.” Qin Bingbing biasanya tidak mudah diajak bicara seperti ini, tapi kata-kata Yang Luo masuk akal, masalah ini sangat besar, jadi dia juga tidak berani berbuat seenaknya.

Setelah mematikan telepon, Yang Luo menelepon paman Long, hanya dalam sekejap telepon langsung diangkat, “Kak Luo! Lancar tidak?”

“Lancar, aku hanya mau bilang agar semuanya pulang istirahat saja.”

“Baik, kalau begitu besok kita bicara lagi.”

“Baik. Oh ya, paman Long, terima kasih.” ucap Yang Luo. Jumlah orang yang cukup membuat urusan ini bisa berjalan dengan sangat lancar, kalau bukan karena orang suruhan paman Long yang mengawasi pergerakan Fei Yu, sebelumnya dia pasti tidak bisa mencegat Fei Yu di tengah jalan.

“Kamu ini bicara apa? Kamu sekarang adalah bos aku, jangan bicara terima kasih! Aku matikan dulu, Yanyan dari tadi minta aku menelepon kamu untuk menanyakan kabar kamu, sekarang dia akhirnya bisa tenang.” setelah bicara, paman Long langsung menutup teleponnya.

Yang Luo kebingungan mendengarnya, tapi dia juga tidak peduli, dia berlari kencang, dalam sekejap dia sampai di tembok luar area gudang.