The Time Machine

Bab 59 Jejak Wali

Bab 59 Jejak Wali

Dua hari semenjak mereka menginjakan kaki di wilayah yang ramai penduduk itu, Kevin mencari tahu perihal jejak wali songo di sana. Berdasarkan beberapa orang yang telah ia tanyai, Sunan Kalijaga memang pernah singgah. Beliau dikenal sebagai orang yang cukup dekat dengan rakyat. Dia bergaul dengan masyarakat tanpa beban dan sekat. Penyebaran agama yang ia sebarkan memang sesuai dengan sejarah, tidaklah memaksa, pun sangat ramah hinga menyentuh banyak hati manusia. Sayangnya hal tersebut belum mengubah keseluruhan budaya yang ada, masih banyak perempuan yang mengenakan pakaian terbuka, meski beberapa ada yang begitu lucu menutupinya dengan jarik panjang.

“Vin!” panggil Tapa. “Hari ini kita lanjutin perjalanan ke Timur?” lanjutnya sambil memakan umbi yang masih hangat.

“Iya,” ucapnya dengan tenang. “Aku udah cukup familiar sama tempat ini. Rakyatnya juga sudah kuobservasi. Informasi yang kuterima mengenai penyebaran Islam di sini sudah kutulis lengkap. Rara bisa menyempurnakannya nanti.”

Tapa mengangguk dengan tenang. Masih makan dengan damai. Tidak begitu peduli dengan apa yang dikatakan oleh Kevin.

“Salman mana?” tanya Kevin tiba-tiba. Meski terkadang dia bersikap dingin dengan bocah itu karena kesalnnya, tidak menutup mata, Kevin sangat memedulikan Salman. Dia sudah menganggap Salman menjadi saudara seakan saudara kandungnya sendiri.

“Salman sedang mandi di belakang,” jawab Tapa. Dia mengupas umbi lagi, lalu mematahkannya menjadi dua. “Ini, makan dulu!” pintanya pada Kevin.

Kevin melirik sekilas, lalu mengambil umbi itu dan memakannya.

Rara datang dari belakang membawa buntalan yang sudah rapi dan menggembung penuh barang. Dia terlihat lelah, tetapi begitu segar dan semangat. Senyumannya mulai tumbuh lagi, membuat Kevin tidak begitu cemas. Kevin yang lega kentara merasa sangat bahagia.

“Sudah baikan?” tanya Kevin pada Rara.

Rara mengernyitkan dahinya, lalu melirik Tapa yang sedang senyum seperti mengejeknya.

“Aku baik-baik saja,” katanya. “Kapan aku sakit?” tanyanya pada Kevin. Kevin yang mendengar itu menjadi gagap tidak bisa menjawab. Dia juga salah tingkah dibuatnya.